Sumsel percepat pembangunan lima flyover di Muara Enim
Sabtu, 10 Oktober 2026 14:31 WIB
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru. (ANTARA/HO/Pemprov Sumsel)
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mempercepat pembangunan lima jembatan layang (flyover) di Kabupaten Muara Enim untuk mengatasi kemacetan akibat aktivitas angkutan batu bara dan meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam rapat progres percepatan pembangunan flyover di Palembang, Sabtu, mengatakan pemprov meminta seluruh pihak terkait memperkuat koordinasi agar pembangunan berjalan sesuai target.
"Yang terpenting adalah semangat untuk mempercepat. Semua pihak harus bekerja sama sampai ini selesai. Persoalan pembangunan ini berbeda-beda, tetapi kita harus taat dengan jadwal yang sudah ditetapkan," katanya.
Menurut dia, pembangunan flyover di sejumlah perlintasan sebidang kereta api menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi hambatan transportasi, terutama di wilayah dengan aktivitas angkutan batu bara yang tinggi.
Distribusi sumber daya alam harus berjalan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran transportasi umum.
Pemerintah telah mendorong penggunaan jalan khusus dan jalur kereta api untuk angkutan batu bara melalui kebijakan yang diterbitkan sejak 2018. Pembangunan flyover menjadi salah satu langkah untuk mendukung sistem transportasi yang lebih aman dan lancar.
Ia juga meminta seluruh pihak segera menyelesaikan kendala administrasi dan pembebasan lahan yang berpotensi menghambat pelaksanaan proyek.
Sementara itu, Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Sumsel Basyaruddin menyampaikan perkembangan lima proyek flyover di Kabupaten Muara Enim.
Pembangunan JPL 123 Sudirman di Kabupaten Muara Enim telah mencapai progres sekitar 21 persen dan dinilai sesuai rencana.
Selanjutnya, Basyaruddin mengatakan pembangunan JPL 99 Belimbing-Pendopo membutuhkan anggaran sekitar Rp197,93 miliar. Proyek tersebut memerlukan percepatan koordinasi, terutama dalam proses pengadaan tanah agar pelaksanaannya sesuai target.
Pembangunan JPL 111 Ujan Mas membutuhkan anggaran sekitar Rp124,9 miliar dengan kebutuhan lahan seluas 16.653 meter persegi. Sementara itu, JPL 104 Gunung Megang membutuhkan anggaran sekitar Rp128,75 miliar dengan target penyelesaian lahan pada 1 Februari 2027. Adapun pembangunan JPL 106 Gunung Megang 2 membutuhkan anggaran sekitar Rp206 miliar.
Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim Sumarni menyambut baik percepatan pembangunan tersebut karena dinilai dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi kemacetan di perlintasan kereta api.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim mendukung percepatan pembangunan sejumlah proyek tersebut melalui koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Bukit Asam (PTBA), serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap pembangunan lima flyover tersebut dapat meningkatkan konektivitas transportasi, memperlancar distribusi hasil tambang, serta mengurangi hambatan perjalanan masyarakat di Kabupaten Muara Enim.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026