Sulteng gandeng Hannah Asa edukasi keuangan syariah bagi aparatur sipil negara
Kamis, 24 September 2026 13:07 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Hannah Asa Indonesia memberikan edukasi keuangan berbasis syariah bagi aparatur sipil negara (ASN) di Palu, Kamis (24/9/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng Hannah Asa Indonesia dalam memperkuat literasi dan edukasi keuangan berbasis syariah bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerah ini.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah Arfan di Palu, Kamis, mengatakan edukasi keuangan berbasis syariah diperlukan seiring dengan perkembangan kehidupan finansial yang membutuhkan ketelitian dan kecerdasan dalam pengelolaannya.
“Salah satu agenda kami adalah terkait literasi dan edukasi keuangan berbasis syariah yang bisa diterapkan dalam kehidupan keuangan dan ekonomi, khususnya bagi warga dan aparatur sipil di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya dalam rapat koordinasi dan perencanaan keuangan berbasis syariah di Palu, Kamis.
Ia mengatakan penerapan literasi keuangan perlu diarahkan pada kemampuan mengelola keuangan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan keuangan.
Menurut dia, pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan keuangan yang sehat dan terencana.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenali pendapatan, mengidentifikasi pengeluaran wajib, membandingkan pendapatan dengan pengeluaran, kemudian menentukan bagian yang dapat disisihkan untuk tabungan.
Selain pengelolaan keuangan sehari-hari, kegiatan tersebut juga membahas peluang investasi serta perencanaan keuangan untuk kebutuhan jangka panjang, termasuk menghadapi masa pensiun.
Ia mengatakan pihaknya juga menyiapkan kerja sama dengan Hannah Asa Indonesia guna mendukung pelaksanaan edukasi dan literasi keuangan berbasis syariah bagi ASN.
Sementara itu, Pendiri Hannah Asa Indonesia Mardiyah mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan finansial melalui kesiapan dalam mengelola keuangan, baik bagi ASN maupun institusi.
“Tujuannya supaya ada balance antara pengelolaan keuangan institusi juga pengelolaan keuangan untuk ASN. Jadi bagaimana caranya kita mempersiapkan diri kita sendiri termasuk juga institusi kita supaya bersiap untuk bisa mencapai yang namanya ketahanan ekonomi atau financial resilience,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi ekonomi yang terus berkembang membutuhkan kemampuan beradaptasi secara cepat, termasuk dalam mempersiapkan kondisi keuangan.
Mardiyah mengatakan salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kesiapan ASN dalam menghadapi masa pensiun, terutama bagi ASN yang telah memasuki usia senior.
“Jadi untuk ASN yang sudah senior itu kan mereka hampir tidak ada persiapan untuk pensiun. Jadi salah satunya tadi kami membahas juga bagaimana caranya ASN ini bisa punya ketahanan keuangan pada saat pensiun dan setelah pensiun sampai dengan harapan hidup ke depannya, seperti itu,” katanya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026