Elephants

Studi sebut anak-anak di Australia hadapi lonjakan kasus kekerasan

October 15, 2026

Sydney (ANTARA) - Kasus pelecehan seksual dan kekerasan dalam keluarga yang melibatkan anak-anak meningkat tajam di Australia antara 2014 dan 2024, dengan peningkatan kasus kekerasan yang makin cepat dalam tiga hingga lima tahun terakhir, ungkap sebuah penelitian di Australia.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kasus pelecehan seksual meningkat sebesar 51 persen pada anak perempuan berusia 10-17 tahun dan 60 persen pada anak laki-laki dalam kelompok usia yang sama selama periode 2014-2024.

Di kalangan anak laki-laki berusia 10-17 tahun, angka tersebut meningkat tajam sejak 2021, dengan kenaikan sebesar 15,7 persen per tahun, menurut pernyataan yang dirilis pada Rabu (14/10) oleh Universitas Sydney.

Tingkat kasus kekerasan dalam keluarga juga meningkat tajam sejak sekitar 2020, baik pada anak laki-laki maupun perempuan, dengan kenaikan tahunan berkisar antara 8 persen hingga 20 persen di berbagai kelompok usia dan jenis kelamin, sebut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open itu.

Para peneliti menyebutkan sejumlah faktor yang mungkin berkontribusi, termasuk meningkatnya ketimpangan pendapatan, dampak pandemi COVID-19, tekanan biaya hidup, perubahan norma gender di dunia daring, kesenjangan dalam layanan dukungan, serta meningkatnya pelaporan kasus kekerasan.

Penulis utama dalam penelitian tersebut, Lucy Grummitt dari Pusat Matilda untuk Penelitian Kesehatan Mental dan Penggunaan Zat (Matilda Centre for Research in Mental Health and Substance Use) di Universitas Sydney, menyerukan peningkatan investasi dalam upaya pencegahan dan intervensi dini untuk melindungi anak-anak dari kekerasan.

Studi tersebut menemukan bahwa tidak ada perubahan yang signifikan dalam jumlah kasus rawat inap anak akibat cedera yang berkaitan dengan kekerasan, serta tidak ada peningkatan dalam jumlah kasus terkonfirmasi penganiayaan anak selama periode yang sama.

Namun, para peneliti memperingatkan bahwa penurunan jumlah kasus terkonfirmasi dapat mencerminkan terbatasnya kapasitas lembaga perlindungan anak dalam menyelidiki laporan kekerasan, bukan penurunan jumlah kasus kekerasan yang sebenarnya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.