Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, mengatakan stres dan kelelahan dapat memperberat keluhan pada pasien penyakit jantung meski bukan menjadi penyebab utama munculnya penyakit tersebut.
"Itu memang sangat terpicu oleh high stress occupation atau pekerjaan dengan tingkat stres tinggi dan juga fatigue atau kelelahan. Memicu itu artinya memperberat, tetapi bukan sebagai sumber penyebab," kata Susetyo usai sesi edukasi media yang digelar Daewoong bersama PERKI di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan penyakit jantung umumnya disebabkan oleh berbagai faktor risiko, sedangkan stres dan kelelahan lebih berperan sebagai pencetus munculnya keluhan pada pasien yang telah memiliki penyakit tersebut.
"Kalau secara umum, penyebab awalnya saya rasa multiple risk factors atau berbagai faktor risiko adalah jawabannya," ujarnya.
Menurut Susetyo, pada pasien penyakit jantung koroner, stres maupun kelelahan dapat memicu nyeri dada menjadi lebih sering. Hal itu terjadi karena saat seseorang mengalami stres, pembuluh darah akan mengalami vasokonstriksi atau penyempitan sebagai respons alami tubuh.
Namun, pada pasien yang telah mengalami penyempitan pembuluh darah, kondisi tersebut dapat memperburuk aliran darah ke otot jantung sehingga memicu munculnya nyeri dada.
"Kalau penyakit jantung koroner, biasanya terpicu sekali oleh stres atau kelelahan. Tapi kalau gagal jantung, umumnya karena kelelahan," katanya.
Ia mengatakan pengelolaan stres menjadi salah satu bagian penting dari pola hidup sehat bagi pasien penyakit jantung.
"Stres itu tidak bisa dihilangkan. Selama kita hidup pasti ada stresor. Tetapi bagaimana kita mengelola stres itu yang menjadi kuncinya," ujarnya.
Selain mengelola stres, ia mengingatkan pasien penyakit jantung untuk memenuhi kebutuhan tidur selama enam hingga delapan jam per hari dengan kualitas tidur yang baik.
Menurut Susetyo, pola hidup sehat juga mencakup konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, berhenti merokok, menjaga kesehatan psikologis, serta memperhatikan lingkungan tempat tinggal dan bekerja guna menekan risiko memburuknya penyakit jantung.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Stres dan kelelahan dapat perberat keluhan penyakit jantung
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.