Elephants

Statistik Final Piala Dunia 2026 Mengarah ke Spanyol, Tapi Argentina Punya Banyak Senjata

July 18, 2026

Spanyol vs Argentina - Final World Cup 2026

Laga puncak Piala Dunia 2026 bukan hanya soal perebutan trofi. Final yang mempertemukan Argentina dan Spanyol juga menghadirkan cerita menarik ketika Lionel Messi akan berhadapan langsung dengan pemain yang sejak kecil mengaguminya, Lamine Yamal.

Pertandingan akan digelar di Stadion New York-New Jersey pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB, menandai penutup turnamen yang berlangsung selama 39 hari.

Adu Lini Depan Argentina dan Pertahanan Kokoh Spanyol

Final kali ini mempertemukan dua tim dengan karakter yang bertolak belakang. Argentina datang sebagai tim paling produktif sepanjang turnamen setelah mencetak 19 gol.

Sebaliknya, Spanyol tampil sangat disiplin di lini belakang. Mereka baru kebobolan satu gol hingga mencapai partai final.

Laga ini juga menjadi pertemuan pertama juara Amerika Selatan dan juara Eropa di final Piala Dunia dalam kurun 60 tahun.

Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Spanyol sedikit lebih diunggulkan untuk menjadi juara dengan peluang 59,46 persen. Argentina memiliki peluang 40,54 persen untuk mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi 2022.

BACA JUGA:

Final akan dimainkan di Stadion New York-New Jersey yang berkapasitas sekitar 82.500 penonton. Stadion tersebut sebelumnya juga menjadi lokasi final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 serta dua pertandingan semifinal turnamen ini.

Messi Masih Jadi Andalan, Yamal Siap Mencuri Panggung

Meski telah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi sosok paling berbahaya di kubu Argentina. Sang kapten sudah mengoleksi delapan gol dan empat assist sepanjang Piala Dunia 2026 sehingga menjadi kandidat terdepan peraih Sepatu Emas.

Messi selalu mencetak gol hingga babak 16 besar, sementara assist miliknya ikut membantu Argentina melewati perempat final dan semifinal.

Kontribusinya di sepanjang sejarah Piala Dunia juga terus bertambah. Dari lima edisi yang diikutinya, Messi kini telah terlibat langsung dalam 33 gol lewat kombinasi 21 gol dan 12 assist.

Argentina juga mendapat dukungan dari Lautaro Martinez yang mencetak tiga gol serta Enzo Fernandez dengan dua gol selama turnamen.

Di kubu Spanyol, Mikel Oyarzabal menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan lima gol, termasuk satu gol saat menyingkirkan Prancis di semifinal.

Sementara itu, Rodri tampil dominan di lini tengah dengan mencatatkan 648 operan sukses, terbanyak dibanding pemain lain sepanjang kompetisi.

Sorotan lain tentu tertuju kepada Lamine Yamal. Pemain berusia 19 tahun itu belum menunjukkan performa terbaiknya setelah sempat mengalami cedera, tetapi kecepatannya di sisi kanan tetap menjadi ancaman bagi pertahanan Argentina.

Data dan Statistik Pertandingan

Spanyol vs Argentina: Head-to-Head

Spanyol vs Argentina: 5 Pertemuan Terakhir

(Seluruhnya laga persahabatan)

Statistik Lionel Messi di Piala Dunia

Total: Terlibat langsung dalam 33 gol dari 33 pertandingan Piala Dunia.

Rekor Pertemuan dan Komentar Jelang Final

Argentina dan Spanyol baru sekali bertemu di ajang Piala Dunia. Pertemuan itu terjadi pada fase grup Piala Dunia 1966 di Inggris dan dimenangkan Argentina dengan skor 2-1.

Dalam koleksi gelar, Spanyol baru sekali menjadi juara dunia pada 2010. Argentina sudah mengangkat trofi sebanyak tiga kali, yakni pada 1978, 1986, dan 2022.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente berharap laga final akan menampilkan kualitas sepak bola terbaik dari kedua tim.

“Saya percaya Spanyol maupun Argentina akan memainkan pertandingan yang mengutamakan talenta dan sepak bola yang bagus.”

Kapten Spanyol Rodri menegaskan timnya belum puas hanya mencapai final.

“Kami senang dengan perjalanan tim sejauh ini, tetapi kami tidak akan berhenti di sini. Ambisi kami jauh lebih besar.”

Pelatih Argentina Lionel Scaloni juga memberikan pujian kepada Messi.

“Dia adalah pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Bisa mencapai final seperti ini pada usia 39 tahun sungguh luar biasa.”

Kiper Emiliano Martinez mengaku menikmati setiap momen bersama Argentina.

“Kadang saya menangis sendiri memikirkan apa yang telah kami capai. Saya hanya ingin menikmati momen ini dan mengajak semua rekan setim melakukannya dengan senyuman.”

Jika pertandingan berakhir imbang selama 90 menit, laga akan dilanjutkan ke babak tambahan waktu selama 2×15 menit. Apabila skor tetap sama, juara Piala Dunia 2026 akan ditentukan melalui adu penalti.

Opini Kami

Final ini menawarkan cerita yang jarang muncul di sepak bola dunia. Bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga pertemuan dua generasi berbeda.

Messi datang membawa pengalaman dan efektivitas yang masih luar biasa di usia 39 tahun, sedangkan Yamal membawa harapan baru Spanyol.

Dengan produktivitas Argentina dan kokohnya pertahanan Spanyol, laga ini berpotensi ditentukan oleh satu momen kecil atau aksi individu pemain bintang.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.