:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456768/original/056898500_1766967262-cremonese_vs_napoli-2.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Rasmus Hojlund belum mampu menunjukkan ketajamannya bersama Napoli pada awal musim 2026/2027. Penyerang asal Denmark itu justru kesulitan mendapatkan ruang dalam skema permainan Massimiliano Allegri.
Hojlund diharapkan menjadi mesin gol Napoli setelah mencetak 12 gol dari 33 laga musim 2026/2027. Namun, statistik lima pertandingan awal Serie A menunjukkan keterlibatannya di area berbahaya masih sangat minim.
Menurut data Opta, Hojlund hanya mencatat satu sentuhan di kotak penalti lawan setiap 26 menit. Angka tersebut menjadi salah satu yang terendah di antara penyerang tengah Serie A.
Situasi Hojlund berjalan beriringan dengan start Napoli yang kurang meyakinkan. Partenopei hanya mengumpulkan tujuh poin dari lima pertandingan, sekaligus menjadi awal musim terburuk mereka sejak 2015/2016.
Statistik Hojlund Jadi Sorotan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371603/original/082002200_1759691454-rasmus_hojlund_selebrasi_napoli_genoa_Alessandro_Garofalo_LaPresse_via_AP.jpg)
Perbesar
Hojlund baru mencatat 14 sentuhan di kotak penalti lawan dalam lima pertandingan Serie A. Dari penyerang tengah yang telah bermain sedikitnya 350 menit, hanya Paul Mendy dari Cagliari yang memiliki angka lebih rendah dengan satu sentuhan setiap 33 menit.
Hojlund sejauh ini baru mencetak dua gol dalam lima laga Serie A. Mendy yang masih berusia 19 tahun baru mengoleksi satu gol, tetapi keterlibatannya di kotak penalti juga sangat terbatas.
Minimnya sentuhan Hojlund sejalan dengan produktivitas Napoli yang baru mencetak tujuh gol. Di antara 10 tim teratas klasemen, hanya Cagliari yang memiliki jumlah gol lebih sedikit dengan lima gol.
Allegri Perlu Temukan Solusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344759/original/091374300_1788999242-Napoli_s_head_coach_Massimiliano_Allegri.jpg)
Perbesar
Kondisi tersebut menunjukkan persoalan Napoli bukan hanya soal penyelesaian akhir Hojlund. Penyerang tengah utama Napoli dan Cagliari justru menjadi pemain dengan jumlah sentuhan paling sedikit di kotak penalti lawan setelah lima pertandingan.
Hojlund membutuhkan suplai bola yang lebih konsisten agar bisa menjalankan perannya sebagai ujung tombak. Minimnya sentuhan di area penalti membuat kontribusinya dalam fase akhir serangan ikut terbatas.
Laporan dari Italia menyebut Massimiliano Allegri frustrasi dengan para pemainnya, terutama mereka yang berpengalaman, karena menilai sikap mereka buruk pada pertandingan awal musim.
Sementara, dengan Napoli baru meraih tujuh poin, Allegri perlu segera memperbaiki produktivitas tim sekaligus mengoptimalkan peran Hojlund.
Sumber: Football Italia
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Baru Mendarat di Jakarta, Timnas Vietnam Langsung ke Bandung Untuk FIFA ASEAN Cup 2026