Elephants

SRI DIY evakuasi warga pesisir usai gelombang tinggi robohkan rumah

August 13, 2026

SRI DIY evakuasi warga pesisir usai gelombang tinggi robohkan rumah

Kamis, 13 Agustus 2026 07:03 WIB

Image Print

Warga terdampak gelombang tinggi Pantai Pandansimo tengah membersihkan puing-puing rumah yang roboh akibat diterjang gelombang tinggi di Pantai Pandansimo, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (12/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membantu mengevakuasi warga dan barang berharga dari beberapa rumah semi permanen yang roboh akibat diterjang gelombang tinggi di Pantai Pandansimo, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul.

Koordinator SRI Wilayah IV Sigit Prasetya di Bantul, Rabu, mengatakan fenomena gelombang tinggi di pantai selatan DIY merupakan siklus yang berulang setiap empat atau lima tahun.

"Paling tinggi ya kemarin Selasa (11/8), bisa mencapai tiga sampai empat meter, normalnya kan satu hingga dua meter tinggi ombaknya," katanya.

Dampak dari hempasan ombak tersebut, lanjut Sigit, merendam sekitar delapan bangunan semi-permanen dan merobohkan tiga rumah hingga rata dengan tanah.

Petugas SRI DIY yang bergerak cepat ke lokasi memastikan seluruh penghuni selamat untuk melakukan evakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Alhamdulillah untuk korban jiwa tidak ada, di antara tiga rumah yang parah itu hanya satu yang dihuni," katanya.

Personel SRI kemudian membantu mengevakuasi barang berharga dan peralatan elektronik dari dalam rumah sebelum melakukan pembersihan di sekitar lokasi.

Terkait imbauan keselamatan, Sigit mengatakan pihaknya telah berulang kali mengingatkan penghuni bangunan di sekitar pantai yang mayoritas pendatang dan tidak diketahui asalnya itu jauh sebelum kejadian.

"Padahal di regulasi juga sudah jelas mengatur bangunan di pantai paling tidak 200 meter dari air laut," katanya.

Salah seorang warga terdampak, Sutini (50), mengatakan gelombang menerjang rumahnya sekitar pukul 07.00 WIB dan dirinya sedang berada di luar rumah, sedangkan suaminya, Ngatiman, berada di dalam rumah untuk menanak nasi.

"Untung suami saya itu bisa loncat jendela, sehingga selamat," katanya.

Menurut dia, rumah yang dihuni bersama suaminya langsung roboh setelah diterjang satu kali gelombang besar yang hampir menghanyutkan separuh bangunan.

"Kulkas rusak, lemari rusak dan beberapa alat untuk jualan saya juga rusak," ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026