Elephants

Spanyol vs Prancis: Lamine Yamal sebut tak ada tekanan

July 14, 2026

Spanyol vs Prancis: Lamine Yamal sebut tak ada tekanan

Selasa, 14 Juli 2026 15:58 WIB

Image Print

Pesepak bola Timnas Spanyol menjalani sesi latihan menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas, Amerika Serikat, Senin (3/7/2026) waktu setempat. Spanyol akan menghadapi Prancis dalam semifinal Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika pada Selasa (14/7) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Hu Xingyu/tom.

Jakarta (ANTARA) - Bintang muda tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan tekanan mental menjelang laga hidup mati babak semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis yang akan berlangsung Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB.

Bagi skuad La Furia Roja, pertandingan ini paling krusial sejak mereka terakhir kali menginjakkan kaki di final Piala Dunia 2010 silam. Spanyol kini selangkah lagi menuju partai puncak, namun mereka harus melewati hadangan raksasa Prancis yang memegang status juara dunia 2018 dan finalis 2022.

"Kami tahu bagaimana menghadapi kesulitan. Soal tekanan, saya tidak merasakannya," ujar Yamal yang baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-19 pada Senin kemarin, seperti dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa (14/7).

Penyerang sayap Barcelona ini juga merespons santai kritik mengenai produktivitasnya yang baru mengemas satu gol di sepanjang turnamen.

"Kalian sendiri yang mengatakan bahwa saya sedang tidak berada dalam performa terbaik. Jadi kalian seharusnya tidak berharap terlalu banyak dari saya. Tetapi saya yakin besok akan menjadi hari yang spesial," imbuhnya percaya diri.

Juara Eropa

Laga di Dallas nanti menjadi semifinal turnamen mayor kedua bagi Yamal setelah sukses mengantarkan Spanyol merengkuh trofi Piala Eropa 2024. Menariknya, pada ajang Eropa lalu, satu gol magis Yamal pula yang sukses memulangkan Prancis dengan skor 2-1.

Ketenangan kubu Spanyol tidak hanya terpancar dari sang pemain muda. Pelatih kepala Luis de la Fuente juga menunjukkan impresi serupa dalam konferensi pers. Sikap dingin sang pelatih terbukti ampuh menular ke dalam performa tim, yang sebelumnya sukses mencetak gol-gol dramatis di menit akhir saat mendepak Portugal di 16 besar dan Belgia di perempat final.

“Kuncinya adalah menemukan keseimbangan. Kami tidak boleh membiarkan tanggung jawab itu justru membuat kami gugup," tutur pelatih berusia 65 tahun tersebut.

Atmosfer rileks yang dibangun De la Fuente ini sekilas membangkitkan memori indah kejayaan Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 di bawah asuhan Vicente del Bosque, yang kala itu menjuluki skuadnya sebagai "para romantikus sepak bola".

De la Fuente mengaku sangat terinspirasi oleh semangat generasi emas era Iker Casillas, Xavi, dan Andres Iniesta tersebut untuk diterapkan pada skuadnya saat ini.

"Saya selalu mengatakan kepada para pemain agar menikmati apa yang mereka miliki saat ini. Kalian adalah orang-orang yang beruntung, begitu juga kami. Kami akan bermain sepak bola dan kami memiliki kualitas yang luar biasa. Jadi mari lakukan apa yang memang kami kuasai," kata dia.

"Itulah satu-satunya tekanan yang saya berikan kepada mereka, lihat saja, saya pelatih yang lembut, agar mereka bisa mengeluarkan seluruh potensi terbaik mereka sebagai pesepak bola," kata dia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jelang semifinal, Lamine Yamal: Saya tak merasakan tekanan sama sekali

Pewarta : Zaro Ezza Syachniar
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.