REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Serikat Pekerja PT Pegadaian (SP Pegadaian) bersama 98 Resolution Network dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) menggelar kegiatan bersama warga pemulung di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diisi dengan berbagai lomba dan aktivitas kebersamaan yang melibatkan ratusan pemulung.
Ketua Umum SP Pegadaian Mufri Yandi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pekerja Pegadaian untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan masyarakat, termasuk warga pemulung.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas bersama IPI ini. Lomba bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana untuk berkumpul, tertawa bersama dan memperkuat persaudaraan,” ujar Mufri dalam keterangannya, Ahad (23/8/2026).
Menurut Mufri, kegiatan bersama masyarakat perlu terus dikembangkan melalui berbagai aktivitas sosial yang mendorong gotong royong dan interaksi antarwarga.
“Mari kita jalin persaudaraan, kita kuatkan gotong royong dan kita rawat semangat kebersamaan. Bersama kita kuat, bersatu kita hebat. Ini bukan hanya slogan, tetapi semangat yang harus kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Koordinator 98 Resolution Network Haris Rusly Moti mengatakan,kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan Warga Peduli Warga yang diinisiasi 98 Resolution Network. Gerakan tersebut dilakukan untuk membangun kepedulian dan gotong royong, terutama terhadap masyarakat yang masih rentan secara ekonomi.
“Agenda ini masih bagian dari gerakan ‘Warga Peduli Warga’. Kita punya perhatian yang cukup tinggi terhadap nasib masyarakat pemulung yang masih sangat rentan secara ekonomi,” tuturnya.
Aktivis 98 Resolution Network Rahman Toha Budiarto menilai,’kegiatan bersama masyarakat pemulung menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial.
“Kita ingin merawat semangat persatuan. Mari kita jalin silaturahim, kebersamaan dan kepedulian tanpa membedakan latar belakang. Indonesia kuat karena masyarakatnya bersatu,” katanya.
Rahman juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang menurutnya ditujukan untuk membantu kelompok masyarakat miskin dan marjinal, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Pemerintah membuat MBG dan Kopdes Merah Putih (KDKMP) semata-mata hanya untuk membantu kita semua (rakyat kecil). Memastikan bahwa akses atas makanan bergizi dapat terpenuhi dan termasuk hak atas ketersediaan pangan yang murah,” katanya
Ketua Umum IPI Pris Polly D. Lengkong mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat pemulung untuk berkumpul dan merasakan suasana perayaan bersama.
“Semangat kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita para pemulung. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dan persatuan mampu menghadirkan energi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor BPP IP Bantargebang, Minggu (23/8/2026), tersebut diikuti ratusan pemulung. Beragam lomba khas peringatan kemerdekaan digelar, sekaligus menjadi ruang interaksi antara warga pemulung, pekerja, aktivis, dan elemen masyarakat lainnya. Kegiatan di Bantargebang tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat dalam suasana peringatan kemerdekaan.