Tapanuli Utara (ANTARA) - External Relations Specialist Sarulla Operations Ltd, Industan Sitompul mengungkapkan, SOL telah membayarkan bonus produksi sebesar Rp99 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sejak mulai beroperasi pada 2017 hingga kuartal I 2026.
Disebutkan, kontribusi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan daerah dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Tapanuli Utara.
"Sejak mulai beroperasi pada 2017 hingga kuartal I 2026, SOL telah membayarkan bonus produksi sebesar Rp99 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara," ungkap Industan, Selasa (1/9).
Hal itu juga telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi A, B, dan C DPRD Kabupaten Tapanuli Utara, yng digelar Jumat (28/8).
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk Bapenda, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, DPMPTSP, serta Camat Pahae Jae dan Pahae Julu.
Selain bonus produksi, SOL juga menyatakan rutin memenuhi kewajiban pajak daerah sesuai ketentuan. Perusahaan juga memastikan kontraktor dan subkontraktor yang bekerja sama dengannya memenuhi kewajiban perpajakan, termasuk pajak mineral bukan logam serta pajak restoran dan makanan-minuman.
"Kami ingin memastikan keberadaan SOL memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat serta daerah. Karena itu, kami terus membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat melalui program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal," kata Industan.
Kontribusi perusahaan juga diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat, antara lain pendampingan budidaya jahe pada 2019-2021 dan bawang merah sejak 2022 hingga sekarang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan PPL desa.
SOL juga memberikan pelatihan menenun bagi kelompok perempuan serta beasiswa mahasiswa dan apresiasi bagi siswa berprestasi.
Di bidang pendidikan, SOL menyelenggarakan kursus Bahasa Inggris gratis dua kali seminggu bagi siswa SD, SMP, dan SMA di 25 sekolah.
Sementara dalam aspek ketenagakerjaan, perusahaan menyatakan memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kualifikasi serta memastikan hak pekerja dipenuhi sesuai peraturan.
SOL juga menyebutkan pemantauan kualitas air, udara, dan kebisingan dilakukan secara berkala dengan melibatkan pihak ketiga yang kompeten.
Hasil pemantauan disebut menunjukkan parameter lingkungan yang dipantau masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah.
Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.