Elephants

Soal Upah Kupas Bawang, Politikus PDIP: Bisa Rp210 Juta per Bulan

August 17, 2026

Senin, 17 Agustus 2026, 11:07 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli, menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah pengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram. Ia membandingkan besaran upah tersebut dengan harga bawang yang diterima petani.

Guntur Romli menyampaikan sorotannya melalui unggahan di akun Instagram resminya pada 15 Agustus 2026. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut seorang kawannya yang berprofesi sebagai petani bawang di Brebes bahkan tertarik beralih pekerjaan setelah mendengar pernyataan Presiden Prabowo.

“Waduh petani bawang mau alih profesi jadi pengupas bawang krn dengar pidato Presiden Prabowo ada upah pengupas bawang 700 ribu per kilogram, sementara harga bawang yg dibeli dr petani saat ini 22 ribu per kilogram,” tulis Guntur Romli.

Menurut dia, kawannya baru saja menjual hasil panen bawang dengan harga Rp22 ribu per kilogram. Kondisi tersebut kemudian dibandingkan dengan nominal Rp700 ribu per kilogram yang disebut sebagai upah pengupasan bawang.

Guntur Romli mengutip perhitungan kawannya bahwa apabila seorang pengupas mampu mengupas 10 kilogram bawang dalam sehari, maka pendapatannya mencapai Rp7 juta per hari.

“Kalau saya bisa mengupas 10 kilogram bawang dalam satu hari, maka upah saya itu 7 juta per hari. 700 ribu kali 10 kilogram sama dengan 7 juta,” tulisnya.

Jika pekerjaan tersebut dilakukan selama 30 hari, penghasilannya secara hitungan matematis mencapai Rp210 juta per bulan.

Guntur Romli kemudian membandingkan nominal tersebut dengan proses yang harus dilalui petani bawang. Ia menyebut petani membutuhkan waktu sekitar dua bulan, mulai dari mengolah tanah, menyiapkan bibit, menanam, merawat, memupuk hingga memanen.

Menurut cerita kawannya, biaya dan tenaga yang dikeluarkan selama proses tersebut kemudian berujung pada harga jual bawang sekitar Rp22 ribu per kilogram.

“Lebih baik saya jadi buru pengupas bawang daripada petani. Kata dia,” tulis Guntur Romli.

Karena itu, Guntur Romli mempertanyakan keberadaan pekerjaan dengan upah Rp700 ribu per kilogram sebagaimana yang menjadi sorotannya. Ia bahkan meminta informasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut.

“Di mana lowongan kerja mengupas bawang dengan upah 700 ribu per kilogram itu?” tulisnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Roy Suryo, PSI Seret PDIP dalam Polemik Ijazah Jokowi karena Dinilai Tak Masuk Akal

Dalam unggahan lainnya, Guntur Romli menyebut pernyataan tersebut telah menimbulkan harapan bagi masyarakat. Ia menilai perbedaan antara harga bawang di tingkat petani dan nominal upah pengupas yang disebut dalam pidato Presiden Prabowo menjadi hal yang perlu diperjelas.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kisah mengenai seorang pengupas bawang dalam pidatonya. Pernyataan mengenai upah Rp700 ribu per kilogram tersebut kemudian menjadi perhatian dan diperbincangkan di media sosial.

Guntur Romli pun meminta agar informasi mengenai pekerjaan tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut, terutama terkait lokasi dan ketersediaan lowongan bagi masyarakat yang tertarik menjadi pengupas bawang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat