Elephants

SNLIK 2026: 87,53% Pemilik Asuransi Non-BPJS Tak Tahu Polisnya Dijamin

August 10, 2026

Jakarta, CNN Indonesia --

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat 87,53 persen masyarakat Indonesia yang memiliki produkĀ asuransi non-BPJS belum mengetahui bahwa polis asuransinya akan mendapatkan penjaminan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan hanya 12,47 persen pemilik produk asuransi non-BPJS yang mengetahui penjaminan polis asuransi.

"Penduduk usia 15-79 tahun yang memiliki produk asuransi non-BPJS, hanya 12,47 persen yang mengetahui bahwa polis asuransinya akan dijamin," ujarĀ Amalia dalam konferensi pers hasil SNLIK 2026, Senin (10/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, sebanyak 87,53 persen responden belum mengetahui adanya penjaminan polis asuransi tersebut.

Menurut Amalia, temuan itu menunjukkan masih terdapat kesenjangan pemahaman masyarakat mengenai program penjaminan polis asuransi.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan hasil survei tersebut menjadi dasar bagi LPS untuk menentukan kelompok masyarakat yang perlu menjadi sasaran edukasi dan komunikasi mengenai program penjaminan polis.

"Untuk penjaminan polis, karena ini baru pertama kali dan belum dilaksanakan, angkanya masih 12,47 persen menunjukkan kesenjangan edukasi kita masih besar," ujar Anggito.

Ia mengatakan edukasi mengenai penjaminan polis perlu disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Pesannya harus menggunakan platform visual, menggunakan media yang dekat dengan masyarakat, hadir di pasar, koperasi, pusat pendidikan, aplikasi pendidikan, bahkan ATM. Edukasi harus hadir ketika masyarakat beraktivitas," katanya.

Anggito menekankan edukasi penjaminan polis tidak hanya bertujuan membuat masyarakat mengenal LPS. Masyarakat juga perlu memahami adanya perlindungan terhadap polis sesuai dengan ketentuan program penjaminan.

"Bukan sekadar masyarakat mengenal LPS, yang penting adalah masyarakat paham memiliki perlindungan, memiliki kepastian, dan merasa lebih tenang," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)