Elephants

Siapa dr Siti Zahra Maghfira? Dokter Magang yang Tewas Terjatuh di Apartemen Ternyata Putri Direktur Rumah Sakit

July 27, 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 19:38 WIB

VIVA – Seorang dokter magang atau internship, dr Siti Zahra Maghfira dikabarkan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 18 apartemen di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Baca Juga

Saat ini polisi masih menyelidiki terkait penyebab jatuhnya korban dari lantai 18 Apartemen Kalibata City.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi keterangan dari saksi, sampai detik ini kita kan belum bisa minta keterangan keluarga yang pasti sedang berduka. Jadi belum ada informasi apa pun terkait ini karena tekanan pekerjaan, apa ada hal yang lain-lain, itu sampai sekarang belum dapat dijelaskan,” ungkap Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur saat dihubungi, Senin (27/7/2026).

Baca Juga

Polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan dan barang bukti untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. 

Ungkapan belasungkawa masih mengalir deras kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya di media sosial.

Baca Juga

Kini beredar kabar bahwa dr Siti Zahra Maghfira merupakan putri dari Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr Musadri Amir Abdullah, Sp.PD.

Hal ini dilihat dari beberapa unggahan, salah satunya ucapan belasungkawa dari Keluarga Besar Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia RSUD Provinsi Sulawesi Barat (DPK PPNI RSUD Prov Sulawesi Barat).

“Turut berduka cita atas berpulangnya dr Siti Zahra Maghfira, S.Ked binti Musadri Amir Abdullah. Ananda dari dr Musadri Amir Abdullah, Sp.PD Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat,” tulis dalam ucapan tersebut. 

Dokter Magang, dr Siti Zahra Maghfira tewas di apartemen

Photo :

Dr Musadri Amir Abdullah merupakan dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Provinsi Sulawesi Barat.

Selain itu, Almarhumah merupakan alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2019 dan tengah menjalani Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) di RS Sentra Medika Cisalak.

Jenazah dibawa dari Jakarta untuk dimakamkan di Makassar yang kemudian disemayamkan di Villa Surya Mas, Blok B Nomor 7, Jalan Toddopuli Raya, Makassar.

Hingga kini polisi masih belum bisa mendapatkan keterangan dari keluarga korban terkait insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut.

“Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mall tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” ujar Kompol Mansur.

Halaman Selanjutnya

“Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya,” sambungnya.