Elephants

"Si Tangguh Lebak HSS" optimalkan potensi dan tranformasi lahan rawa lebak - ANTARA News Kalimantan Selatan

October 8, 2026
Inovasi "Si Tangguh Lebak HSS" hadir mengoptimalkan potensi lahan rawa lebak seluas 13.596 hektar di Kabupaten HSS melalui tiga pilar utama,

Kandangan (ANTARA) - Proyek perubahan inovasi "Si Tangguh Lebak Hulu Sungai Selatan (HSS)" yang digagas Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distan PP), Lutfiana ditujukan mengoptimalkan potensi dan transformasi lahan rawa lebak di wilayah HSS.

"Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di rawan Lebak kita yang memiliki luasan sekitar 13 ribu lebih perlu diselesaikan pengelolaannya dengan pengaturan air, pengaturan tanam, dan juga bisa dengan pengaturan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi)," kata Lutfiana dalam keterangan, di Kandangan, Rabu.

Selain pengelolaan lahan rawa lebak, pihaknya pun menyoroti cara bertani petani di lahan rawa lebak yang masih konvensional artinya masih pola pertanian tradisional, serta tidak menggunakan alat mesin (alsin) satu pun.

Untuk hal ini, pihaknya pun lewat pilot project Si Tangguh Lebak di Kecamatan Daha Selatan ingin yang nantinya dapat dijadikan percontohan, serta agar dapat ditiru para petani di lahan rawa lebak dalam mengubah pola bertani konvensional tersebut.

"Di lahan rawa lebak pun kita ketahui masih adanya praktik illegal fishing mulai marak lagi, disamping memang Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) perlu kembali bangkitkan semangatnya, melakukan pengawasan antisipasi praktik illegal fishing," ungkapnya.

Baca juga: Distan PP HSS sinergi BWS dan BRMP atasi dampak kekeringan

Upaya membangkitkan semangat Pokwasmas dilakukan antara lain dengan pengukuhan pihaknya bersama Polairud serta pihak terkait lainnya, upaya ini sejalan dengan inisiasi Bupati HSS, H Syafrudin Noor mewujudkan sistem pertanian terpadu atau Integrated Farming.

Integrated Farming ini dilakukan dengan mengawinkan antara pertanian dengan perikanan, sebagaimana yang telah diterapkan dalam pilot project yang sudah ada di Kecamatan Daha Selatan, atau tepatnya di Desa Banua Hanyar.

"Dengan upaya ini kita ingin illegal fishing itu bisa zero atau nol, karena sebagaimana diketahui pula selama ini ada pelaku illegal fishing diamankan, sementara ekonomi keluarganya berada di bawah garis kemiskinan sehingga perlu dibantu penanganan dan edukasi bagi mereka," ucapnya.

Kemudian dengan penerapan inovasi "Si Tangguh Lebak HSS" pihaknya ingin meningkatkan lonjakan provitas pertanian, tidak lagi hanya di angka empat atau lima ton, tapi bisa meningkat provitas di pilot project itu dengan mendapatkan delapan hingga 10 ton per hektar. 

"Karena ini jangka panjang maka di situ perlu melibatkan Dinas PUPR, BWS, Dinas PMD, Bapperida untuk rencana aksi daerahnya, juga BPKPD serta dukungan dari DPRD HSS," tambahnya. 

Adapun diinformasikan sebelumnya, inovasi "Si Tangguh Lebak HSS" hadir mengoptimalkan potensi lahan rawa lebak seluas 13.596 hektar di Kabupaten HSS melalui tiga pilar utama.

Tiga pilar tersebut meliputi, pertama, Water and Farming Modernization atau Modernisasi tata air mikro (Polder/Tabat), alsintan amfibi, dan varietas unggul baru.

Kedua, Community-Based Surveillance atau pengawasan perairan berbasis masyarakat (Pokwasmas) pemberantasan illegal fishing, serta restocking benih ikan lokal (Haruan, Papuyu, Sepat).

Dan terakhir, ketiga, untuk Integrated Farming and Value Chain atau Integrasi budidaya minapadi dan hilirisasi produk pangan lokal.

Pewarta: Fathurrahman
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.