Elephants

Setelah Infantino memakan gambit Trump

July 13, 2026
Kini Infantino berada dalam permainan papan catur politik dengan semua sorotan mengarah pada kebijakan-kebijakannya yang dinilai tidak netral.

Jakarta (ANTARA) - Dalam permainan catur, gambit bukan sekadar strategi mengorbankan sebuah pion, tapi adalah sebuah jebakan: seorang pecatur dengan sengaja menyerahkan materi kecil demi memperoleh posisi yang lebih menguntungkan di langkah selanjutnya.

Gambit yang berasal dari bahasa Italia, gambetto (menjebak) menjadi istilah popular sebagai taktik untuk seorang pemain yang sengaja mengorbankan materi (pion atau bidak lainnya) demi memperoleh keuntungan.

Tujuan taktik gambit dalam permainan papan ini untuk menguasai pusat permainan, membuka jalur serangan, atau juga mempercepat perkembangan bidak-bidak penting untuk bisa memperoleh ruang.

Namun, gambit tidak lagi hanya hidup di atas papan catur. Dalam skala politik, gambit berubah menjadi metafora tentang sebuah langkah berisiko yang tampak seperti pengorbanan, tetapi sebenarnya dirancang untuk menciptakan keuntungan yang lebih besar, baik berupa posisi tawar, dukungan publik, maupun dominasi strategis.

Nampaknya itu yang kurang disadari oleh Presiden FIFA Gianni Infantino yang kini dihadapkan dalam papan catur politik Piala Dunia 2026.

Permainan gambit ini dimulai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Mulanya penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, mendapatkan kartu merah langsung setelah tekel kerasnya ke pemain Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic, pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Kamis (2/7).

Balogun, yang merupakan pencetak gol terbanyak AS di turnamen ini dengan tiga gol, dipastikan absen karena hukuman larangan bermain atas kartu merahnya kala AS bersua Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (7/7).

Trump kemudian mengambil inisiatif dengan membuka pembicaraan bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Usai diskusi tertutup tersebut, FIFA akhirnya merilis pernyataan resmi pada 6 Juli yang menyatakan bahwa Balogun tidak akan menerima sanksi kartu merah.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan aturan FIFA Disciplinary Commite pasal 27 untuk menangguhkan hukuman dari mantan pemain Arsenal tersebut.

Trump hanya memberikan pionnya sebagai umpan dalam negosiasi. Jika pion tersebut tidak dimakan, bagi Trump, kegagalan upaya tersebut tidak membawa kerugian besar. Sebaliknya, keberhasilan mencabut hukuman Balogun memberikan kemenangan simbolik: seorang presiden yang mampu mengintervensi keputusan institusi olahraga terbesar dunia.

Langkah taktiknya dengan menaruh pion jebakan ini justru dimakan oleh Infantino.

"Terima kasih FIFA telah melakukan sesuatu yang benar dan telah membatalkan ketidakadilan yang sangat besar!" terang Trump melalui sosial medianya setelah hukuman kartu merah Balogun resmi dicabut.

Baca juga: Ironi Piala Dunia yang inklusif dan sepak bola yang menyatukan dunia

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.