Jakarta -
Turunnya jumlah pelanggan bikin hotel melati di Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), bermanuver. Pengelola mengalihfungsikan hotel itu menjadi kos-kosan.
Kepala Bidang Pelayanan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram Achmad Amrin mengatakan sebanyak empat hotel meminta pengalihan fungsi itu.
"Hotel-hotel kami itu mengandalkan event-event MICE, jadi kami bukan tujuan wisata. Okupansi (di Mataram) murni dari tamu hotel di event-event pemerintahan," kata Amrin dikutip dari detikBali Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Amrin, kondisi tersebut turut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada perjalanan dinas. Sejak 2025, pemerintah pusat menerapkan efisiensi belanja melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Akibat efisiensi tersebut, belanja perjalanan dinas dalam negeri dipangkas hingga 50 persen. Sementara perjalanan dinas luar negeri ditekan lebih dalam.
Efisiensi anggaran tersebut berdampak terhadap tingkat hunian hotel di Mataram. Sejumlah pengusaha hotel pun menghadapi tekanan biaya operasional dan memilih mengalihkan fungsi hotel menjadi kos-kosan.
Menurut Amrin, perubahan status hotel menjadi kos-kosan harus melalui prosedur. Sebab, perizinan usaha berkaitan langsung dengan aturan perpajakan, baik itu pajak daerah maupun pajak pusat.
"Di Undang-Undang kalau kos-kosan yang pembayarannya harian (dan) dilakukan seperti hotel, itu juga kena pajak," kata dia.
Sementara itu, jika kos-kosan tersebut bersifat pembayaran bulanan, pengusaha tidak akan dikenai pajak seperti hotel. Namun tetap tidak lepas dari kewajiban pajak.
"Mereka akan tetap diarahkan ke pajak pusat seperti PPh dan PPN," kata Amrin.
Berdasarkan data BKD Kota Mataram, ada empat hotel melati yang telah mengajukan penutupan atau peralihan fungsi bisnis. Tiga hotel melati tercatat telah menghapus data wajib pajak mereka setelah melalui pemeriksaan di lapangan.
Sementara itu, satu hotel lainnya baru saja melakukan pengajuan, dan masih dalam proses evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas.
(fem/fem)