Elephants

Selat Hormuz Masih Terganggu, Oman dan Iran Bahas Jalur Aman untuk Kapal Komersial

August 22, 2026

Dalam pembicaraan itu, kedua diplomat membahas berbagai langkah untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan dialog kembali berlangsung, mempersempit perbedaan, serta mencari solusi damai dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak.

Oman dan Iran Cari Kesepahaman soal Selat Hormuz

Oman dan Iran juga menyoroti pentingnya mencapai “pemahaman praktis” yang dapat membantu memulihkan kelancaran navigasi di Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Oman dan menjadi salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.

Pada awal Agustus, Teheran mengumumkan telah mencapai kesepahaman dengan Muscat mengenai koordinat geografis koridor maritim yang diusulkan untuk kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Iran saat itu menyatakan kedua negara telah menyepakati kriteria geografis koridor tersebut. Namun, pernyataan bersama yang memuat poin-poin utama kesepakatan masih dalam tahap finalisasi.

Lalu Lintas Kapal Anjlok 90 Persen

Meski pembicaraan diplomatik terus dilakukan, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi sebelum perang.

UK Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Jumat melaporkan lalu lintas kapal melalui selat tersebut berada sekitar 90 persen di bawah level sebelum perang.

Kondisi itu menunjukkan besarnya dampak konflik terhadap jalur pelayaran komersial di kawasan tersebut.

Pada pertengahan Agustus, UKMTO sebelumnya melaporkan lalu lintas kapal sempat mencapai 17 persen dari rata-rata sebelum perang, setelah anjlok hingga hanya 4 persen pada pekan sebelumnya.

Risiko keamanan dan serangkaian serangan terhadap kapal komersial di perairan kawasan menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemulihan aktivitas pelayaran.

Kesepakatan AS-Iran Sebelumnya Gagal

Upaya mengembalikan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz sebelumnya juga pernah dilakukan Washington dan Teheran.

Pada Juni, Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang menyerukan penghentian permusuhan serta pemulihan aktivitas pelayaran melalui selat tersebut.

Namun, kesepakatan itu kemudian gagal diterapkan akibat perselisihan yang terus berlangsung mengenai mekanisme pelaksanaan dan masa depan navigasi di Selat Hormuz.

Konflik Iran dan AS-Israel Terus Berlanjut

Konflik saat ini bermula pada akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran.

Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.

Di tengah konflik tersebut, Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling krusial karena gangguan terhadap jalur ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap perdagangan regional dan lalu lintas energi global.

Sumber: TRTWorld