Sejumlah titik api masih terlihat, armada pemadam masih disiagakan di TPA Putri Cempo
Kamis, 3 September 2026 09:38 WIB
Kondisi TPA Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Sampai dengan Kamis pagi sejumlah titik api masih terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo, Jawa Tengah usai kebakaran besar yang terjadi pada Rabu malam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Herwin Tri Nugroho mengonfirmasi titik api masih ditemukan merata di sejumlah area gunung sampah tersebut, meliputi Blok B, C, dan D.
“Pagi ini masih ada beberapa titik nyala api. Unit-unit Damkar masih standby semua,” katanya.
Ia mengatakan kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan saat ini adalah tiupan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut memicu potensi perambatan api ke area sampah lainnya di TPA Putri Cempo.
Untuk menjinakkan si jago merah, puluhan armada pemadam kebakaran se-Soloraya diterjunkan ke lokasi. Penanganan ini juga didukung oleh sebelas armada tangki air serta dua unit kendaraan water cannon milik Polresta Surakarta.
Terkait opsi penggunaan helikopter pemadam atau metode water bombing, pihak DLH Surakarta belum dapat memastikan operasionalnya karena masih memfokuskan penanganan darurat darat.
“Coba nanti kita lihat ya,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Surakarta Respati Ardi telah meninjau secara langsung lokasi kejadian. Ia mengatakan evakuasi juga telah dilakukan kepada sejumlah warga terdampak.
“Kami memastikan warga terdampak kami evakuasi sesegera mungkin agar tidak ada hal-hal yang tidak dinginkan. Kami fokus, kami maksimalkan dengan BPBD, dengan Kepolisian, TNI,” katanya.
Selain itu, dikatakannya, Dinas Kesehatan Kota Surakarta juga sudah membagikan masker untuk mengantisipasi gangguan pernapasan pada warga.
Ia juga berupaya memastikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi ke depannya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menambah sejumlah peralatan seperti water sprinkel dan alat hydrant di lokasi yang sulit terjangkau armada.
“Kami prihatin, ini peringatan dari semesta, kami akan fokus sekali ke depan agar tidak terjadi kejadian serupa,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.