Jakarta -
Chitra Subyakto, pendiri Sejauh Mata Memandang (SMM), menyambut dengan hangat satu per satu teman, sahabat, dan kolega. Kehadiran mereka melengkapi hari spesial yang menandai pembukaan toko pertama Sejauh Mata Memandang.
Ya, setelah 12 tahun berdiri, jenama yang terkenal dengan koleksi batik bermotif ayam itu, akhirnya memiliki toko permanen yang menempati lantai 3 Plaza Indonesia (PI). Peresmian berlangsung pada Kamis (1/10/2026), tepat sehari sebelum Hari Batik Nasional.
"Selamat datang di rumah Sejauh," sambut Chitra di hadapan para tamu yang didominasi para figur publik, seperti Kaka 'Slank', Indah Kalalo, dan desianer Wilsen Willim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chief Marketing Officer Plaza Indonesia Zamri Mamat, Pendiri SMM Chitra Subyakto, Komisaris Utama Toko SMM Marisca Herdianto, dan Pengarah Kreatif SMM Felix Tjahjadi saat peresmian toko pertama SMM di Plaza Indonesia, Kamis (1/10/2026). (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Sekaligus menjadi flagship store pertama SMM, toko ini didesain oleh long-time collaborator, Felix Tjahjadi, yang menggali inspirasi dari rumah lama Chitra.
"Konsepnya seperti pulang ke rumah, lalu merasakan perasaan yang hangat saat bertemu keluarga," ungkap Felix.
Plaza Indonesia sendiri sudah seperti 'rumah' bagi SMM karena di pusat belanja ternama inilah pameran pertamanya digelar pada 2015. Beberapa kali pula pop-up store SMM dibuka di sini.
"Kehadiran toko ini menjadi kelanjutan dari hubungan yang telah terjalin sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal Sejauh secara lebih dekat, dan melengkapi area Indonesian Icons kami di level 3 Plaza Indonesia", ujar Zamri Mamat, Chief Marketing Officer Plaza Indonesia.
Suasana di dalam toko Sejauh Mata Memandang, Plaza Indonesia. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Pada bagian fasad, kehangatan itu hadir lewat dinding tegel berwarna terracotta yang dipesan khusus (customize) dengan proses pembuatan manual (hand-made) oleh Tegel Kunci sehingga hampir berbeda satu sama lain. Beberapa di antaranya dihiasi logo ayam SMM yang ikonis.
"Merah bata, selain hangat, juga membuat semua orang merasa nyaman," ungkap Felix yang juga pernah menangani interior toko high-end brand seperti Hermes di Jakarta.
Masuk ke toko, sentuhan yang personal kian terasa. Sejumlah foto rumah keluarga Chitra dan beberapa mebel antik dari rumah tersebut turut menjadi bagian dari interior.
Prinsip berkelanjutan dan sirkularitas yang merupakan bagian dari identitas SMM diterjemahkan dengan penggunaan kayu daur ulang pada sejumlah rak, pilar, dan mebel.
Tidak ada detail di setiap sudut di toko ini terlewatkan. Seperti di kamar ganti yang estetis berkat dinding yang dilapisi tenun tangan berbahan serat alami buatan ROA Handwoven. Gagang pintu dan ujung pipa gantungan tirainya pun berbentuk ayam SMM yang dibuat oleh perajin tembaga di Boyolali, Jawa Tengah.
Gagang pintu berbentuk ayam SMM buatan perajin tembaga Boyolali. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Bertepatan dengan pembukaan Toko Sejauh, SMM memperkenalkan sejumlah karya baru, termasuk motif terbaru dari koleksi kolaborasi bersama seniman Indonesia
Eko Nugroho. Koleksi lain, pakaian berbahan tenun jacquard katun motif Ayam dan tenun chambray katun dalam berbagai pilihan warna, yang melanjutkan eksplorasi SMM dalam penggunaan pewarna nabati.
Bagi Chitra, toko ini tak sekadar sebuah wujud pencapaian dari impian yang dinanti setelah 12 tahun eksis dan memberikan pengalaman belanja yang berbeda bagi pencintanya, tapi sekaligus komitmen SMM untuk membuka ruang kolaborasi.
"Dengan segala situasi yang terjadi, ini adalah saat yang tepat untuk kita bisa hadir bersama mitra-mitra Sejauh dari seluruh penjuru Indonesia," kata adik sutradara Jay Subyakto itu.
Foto rumah lama Chitra yang dipajang di toko membuat suasana 'homey' kian kental. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Prihatin dengan bencana yang terjadi di beberapa daerah, SMM menyertakan koleksi tenun berwarna alami buatan perajin Cibal, Flores, Nusa Tenggara Timur, yang tergabung dalam Rumah Tenun Baku Peduli.
Seluruh keuntungan dari penjualan kain-kain tersebut akan diberikan kepada para penenun sebagai dukungan bagi pemulihan jangka panjang dan keberlanjutan
karya mereka, terutama pasca gempa bumi magnitudo 7,7
pada Agustus lalu.
SMM juga ambil bagian dalam gerakan #PatunganUntukHutan yang diinisiasi oleh Ferry Irwandi bersama berbagai organisasi konservasi lingkungan. Donasi Sejauh disalurkan melalui Kitabisa untuk mendukung tim di lapangan dalam mencegah kebakaran hutan, melakukan respons darurat, serta memulihkan habitat satwa terdampak.
Untuk memberikan informasi yang transparan kepada konsumen, SMM mulai memperkenalkan Digital Product Passport (DPP) pada produk-produknya.
Terhubung dengan platform Mula, mitra Studio Sejauh, DPP membantu mendokumentasikan informasi mengenai produk dan rantai pasoknya, mulai dari material, asal, proses pembuatan, hingga pihak-pihak yang terlibat.
Pembeli dapat mengakses informasi tersebut melalui kode QR pada label gantung produk, termasuk informasi mengenai perawatan, perbaikan, serta perjalanan produk setelah berada di tangan pemiliknya.
(dtg/dtg)