Sebanyak 1.524 penerima PKH dan sembako di Barito Selatan terindikasi judi online
Senin, 7 September 2026 15:44 WIB
Kepala Dinas Sosial Barito Selatan Syahdani (kiri) saat di wawancarai di Buntok, Senin (7/9/2026). ANTARA/Bayu Ilmiawan.
Buntok (ANTARA) - Kepala Dinas Sosial Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Syahdani membenarkan 1.524 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dari pemerintah pusat kepada warga di kabupaten setempat, terindikasi terlibat judi online.
"Jumlah PKH di Barito Selatan tercatat 2.100 kepala keluarga (KK) dan penerima sembako 3.718 (KK). Dari jumlah itu, ada 1.524 diantaranya terindikasi terlibat judi online," kata Syahdani di di Buntok, Senin.
Adapun jumlah penerima PKH dan penerima sembako di Barito Selatan yang terindikasi judi online itu, berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
"Mereka yang terindikasi terlibat judi online itu, bantuannya dihentikan Kementerian Sosial," beber Syahdani.
Dia pun berharap sekaligus mengingatkan kepada masyarakat, khususnya penerima PKH dan bantuan sembako di Barito Selatan, agar tidak terjebak dalam aktivitas judi online karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga. Sebab, bila nama dalam kartu keluarga penerima manfaat itu ada yang terindikasi judi online, bantuan PKH dan bantuan sembako dihentikan.
"Aktifitas judi online itu tidak mesti dilakukan oleh nama penerima manfaat, namun apabila salah satu nama dalam kartu keluarga dari penerima manfaat itu ada terindikasi terlibat judi online, secara otomatis bantuan dihentikan," bebernya.
Kepala Dinsos Barsel itu juga mengingatkan masyarakat, agar berhati-hati dalam menggunakan akun maupun data kependudukan, termasuk Kartu Keluarga (KK), serta tidak sembarangan memberikan atau menggunakan data tersebut untuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan masalah.
"Jadi tolong kepada warga kita Barito Selatan untuk berhati-hati, jangan sembarangan menggunakan akun atau Kartu Keluarga kita, sebab itu terekam di kementerian atau di pusat," jelasnya.
Syahdani menambahkan, pemerintah berharap bantuan sosial yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima manfaat.
"Harapan kami, semoga dengan adanya bantuan itu dapat meringankan beban keluarga. Tetapi kalau tidak dibayarkan, kasihan penerima manfaat itu," ujarnya.
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.