Elephants

Sawah terdampak bencana di Padang Pariaman pulih dan segera panen

August 29, 2026

Sawah terdampak bencana di Padang Pariaman pulih dan segera panen

Sabtu, 29 Agustus 2026 18:27 WIB

Image Print

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar Irawati Febriani (dua kanan) mengunjungi sawah di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Aluang yang sebelumnya terdampak banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir tahun lalu. Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman 

Parik Malintang (ANTARA) - Lahan persawahan di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Aluang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir 2025 mulai pulih dan akan segera dipanen oleh petani.

"Pemulihan lahan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman Irawati Febriani di Parik Malintang, Sabtu.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi bukti bahwa lahan pertanian yang terdampak bencana dapat kembali dimanfaatkan apabila ditangani secara tepat dan melibatkan kolaborasi berbagai pihak.

Menurut dia, pemulihan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik lahan, tetapi juga diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar pertanian, terutama ketersediaan air.

Ia menyampaikan sebelum bencana terjadi petani di kawasan tersebut masih mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air persawahan karena belum memiliki jaringan irigasi teknis.

Namun, lanjutnya bencana menyebabkan sumur yang menjadi sumber air sawah ikut tertimbun material banjir bandang sehingga aktivitas pertanian terkendala. Pemerintah kemudian memberikan bantuan irigasi perpompaan dan membangun jaringan irigasi tersier untuk mendukung kembali aktivitas pertanian.

"Dengan adanya sarana irigasi, kami berharap ketersediaan air dapat lebih terjamin sehingga lahan tetap produktif dan petani dapat terus melakukan kegiatan budidaya,” katanya.

Ia menjelaskan persawahan di Tanah Taban merupakan salah satu lokasi yang terdampak bencana di daerah itu. Sawah tersebut sempat tertutup material banjir bandang dan setelah dilakukan pemulihan petani kembali menanam padi secara serentak pada 13 Mei 2026.

Ia menyebutkan akibat bencana tahun lalu 1.263 hektare lahan sawah di Padang Pariaman mengalami kerusakan dengan rincian 446 hektare mengalami kerusakan ringan, 238 hektare rusak sedang, 450 hektare rusak berat, sedangkan 100 hektare lainnya dinyatakan hilang.

Pemerintah telah memulihkan seluruh sawah yang mengalami rusak ringan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah). Sedangkan sawah yang mengalami rusak sedang yang diperbaiki sudah 198 hektare melalui program rehabilitasi sehingga tinggal 40 hektare lagi.

Lalu untuk lahan rusak berat seluas 234 hektare telah diajukan kepada Kementerian Pertanian melalui program Rehabilitasi Refocusing dan kini memasuki tahapan verifikasi serta validasi lapangan.

Sedangkan sawah yang rusak lainnya dan dinyatakan hilang masih dalam proses pengusulan untuk memperoleh dukungan penanganan lebih lanjut dari pemerintah pusat.