Banda Aceh (ANTARA) - Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Kemendagri menyatakan bahwa progres pembangunan jembatan Krueng Tingkeum, Kuta Blang Kabupaten Bireuen, Aceh mulai masuk tahapan pengaspalan.
"Kemarin kami sudah berkunjung ke lapangan (jembatan Kuta Blang). Progresnya sekarang luar biasa, pengaspalan mungkin minggu ini selesai," kata Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kemendagri, Imran, di Banda Aceh, Rabu.
Jembatan Kuta Blang merupakan akses jalan nasional dari wilayah timur Aceh menuju Sumatera Utara. Pasca ambruk dihantam banjir bandang akhir November 2025 lalu. Kementerian PU langsung membangun kembali secara permanen sejak awal 2026.
Jembatan Kuta Blang ini, penanganan permanennya dilakukan melalui pembangunan duplikasi jembatan (kembar) dengan panjang 149,7 meter, dan nilai kontraknya Rp107,5 miliar, yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya.
Hingga saat ini, progres jembatan tersebut sudah mencapai 95 persen, dengan target uji coba atau fungsional mulai 20 September 2026. Hingga hari ini, pembangunan terus dipercepat.
Imran mengatakan, target awal penyelesaian pembangunan permanen jembatan Kuta Blang pada November dan fungsional Desember 2026.
Tetapi kemudian, pengerjaan digenjot untuk dapat diselesaikan pada September. Percepatan ini mengingat Aceh bakal kembali memasuki musim hujan pada November-Desember mendatang.
"Target awal selesai November, dan operasional penuh Desember. Tapi sudah warning dan diusahakan September, karena November dan Desember Aceh mengalami curah hujan tinggi berdasarkan prediksi BMKG," ujarnya.
Selain Kuta Blang, Imran menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Teupin Mane, Bireuen juga terus dipercepat, dan ditargetkan bisa fungsional akhir September. Progres saat ini sedang dilakukan pengecoran lantai.
"Teupin Mane minggu ini lantainya selesai dicor dan selanjutnya diaspal. Kami harap September ini selesai," kata Imran.
Sebagai informasi, jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen ini merupakan jalan nasional penghubung jalur lintas tengah menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah hingga ke Aceh Tenggara.
Pasca ambruk akibat banjir bandang, pemerintah langsung membangun kembali menggunakan struktur rangka baja sepanjang 160 meter, dan lebar 12 meter, dilengkapi pondasi bored pile serta pengaman oprit soldier pile.
Imran menegaskan, pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan penanganan di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Aceh ini.
"Pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin menangani. Tak hanya disitu. Beberapa daerah sangat parah seperti Aceh Tamiang sudah hidup. Aceh Timur di Serba Jadi dan Lokop. Pemerintah sudah luar biasa," demikian Imran.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.