Satgas ODC: Evakuasi korban penyanderaan didukung tokoh masyarakat
Senin, 14 September 2026 19:13 WIB
Tim gabungan Satgas Kepolisian ODC dan Polres Mimika dan didukung oleh tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi Demerina Uamang (23) salah satu dari sembilan korban penculikan yang dilakukan oleh KKB dari Kampung Bela I, Distrik Alama ke Timika Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-Humas Damai Cartenz 2026
Timika (ANTARA) - Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz (ODC)-2026 menyebut keberhasilan evakuasi Demerina Uamang (23) dari Kampung Bela I Distrik/Kecamatan Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah merupakan kerjasama antara aparat kepolisian dan didukung tokoh masyarakat.
Proses evakuasi korban tersebut dilakukan oleh tim gabungan Satgas ODC dan Kepolisian Resor Mimika dan didukung oleh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak serta kepala kampung setempat.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Inspektur Jenderal Polisi Faizal Ramadhani dalam keterangan yang diterima di Timika, Senin, mengatakan keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil kerja bersama yang mengutamakan keselamatan korban serta menjaga kondusivitas kamtibmas.
“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas," ujarnya.
Ia mengatakan dalam proses evakuasi itu dibutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.
"Setelah berhasil dievakuasi, kami memastikan korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis terlebih dahulu,” ujarnya.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz- 2026 Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo menjelaskan Demerina Uamang adalah salah satu dari sembilan korban penculikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 17 Agustus 2026.
Ia mengatakan sejak peristiwa penculikan itu upaya pencarian terhadap para korban terus dilakukan. Informasi mengenai keberadaan korban kemudian diterima pada 7 September 2026 dari jaringan yang berada di Distrik Jila. Saat itu seorang tokoh dari Kampung Bela I datang ke Distrik Jila melaporkan bahwa masyarakat telah menemukan seorang korban selamat di wilayah Bela.
“Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa adik Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus lalu,” jelasnya.
Saat ditemukan Demerina tidak sendirian, ia bersama seorang rekannya, Yosina, yang kemudian diketahui telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan.
Kedua korban tersebut telah bertahan selama sekitar 20 hari dalam kondisi yang sangat berat. Demerina Uamang ditemukan dalam keadaan lemah dan kemudian mendapat perawatan dari masyarakat Kampung Bela.
“Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Korban saat ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah, kemudian warga kampung yang ada di Bela berinisiatif membantu merawat sehingga adik Demerina ini bisa selamat,” katanya menjelaskan.
Setelah menerima informasi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat melakukan koordinasi untuk mempersiapkan proses evakuasi. Upaya penjemputan sempat terkendala kondisi cuaca yang buruk sehingga helikopter tidak dapat mencapai lokasi. Pada Senin pagi, ketika kondisi cuaca dinilai memungkinkan, proses evakuasi dapat dilaksanakan.
“Tadi pagi, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi,” katanya.
Demerina Uamang berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Tiba di Timika korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.
Kondisi Demerina yang masih mengalami syok membuatnya belum dapat dimintai keterangan. Kasatgas Humas juga menyampaikan bahwa korban Yosina yang sudah meninggal dunia telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.
Saat ini upaya penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya yang masih selamat terus dilakukan. Ia meminta masyarakat di Timika dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Pewarta : Marselinus Nara
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026