Jakarta, CNBC Indonesia - Satelit Lampung-1 sukses diluncurkan dari atas platform di perairan dekat Shandong, China. Peluncuran Lampung-1 menumpang roket buatan Star Vision disiarkan langsung di akun LinkedIn milik perusahaan China tersebut.
Satelit Lampung-1 adalah hasil kerja sama dari pemerintah provinsi, BRIN Indonesia, Uzcosmos Uzbekistan, dan Star Vision.
Siaran peluncuran di akun Star Vision menampilkan roket meluncur dari sebuah kapal berukuran besar di tengah laut. Roket berhasil meluncur mulus secara vertikal membawa satelit Lampung-1 dan satelit milik Uzbekistan Samarkand.
Satelit Lampung-1 dirancang untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kelautan. Selain itu juga sebagai penguatan tata kelola lingkungan dan kolaborasi industri di Lampung.
Satelit hiperspektral Lampung-1 resmi lepas landas menumpang roket milik Star Vision dan lepas landas di kawasan perairan Shandong, China, Rabu (5/8/2026). (Tangkapan Layar Video Linkedin/STAR.VISION Aerospace)
Lampung-1 menggunakan teknologi pencitraan hiperspektral multi-band dengan komputasi AI. Penggunaan teknologi akan membuat pemrosesan data dapat dilakukan langsung pada orbit, dikutip dari laman resmi Provinsi Lampung, Selasa (4/8/2026).
Dengan begitu satelit dapat menghasilkan informasi akan, cerdas, dan mudah diakses berbagai pengguna.
Biaya pengembangan satelit sendiri tidak menggunakan APBD Lampung, tetapi ditanggung oleh Star Vision Aerospace.
Usai penandatangan Letter of Intent tahun lalu dengan Starvision, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan satelit dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi banjir dan longsor. Selain itu juga dapat mendeteksi kebakaran hutan dengan menggunakan pencitraanpermukaan.
Lampung-1 juga bisa digunakan dalam upaya menjaga kondisi sungai, pantai dan ekosistem laut. Termasuk dalam mendeteksi pencemaran.
Pemanfaatan satelit lainnya adalah membantu petani dan pemerintah terkait panen. Semua itu bisa dilakukan dengan berbasis data.
"Semuanya berbasis data," ujar Mirza.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]