Elephants

Santri kenal TOGA, Tim PkM Unbrah edukasi pemanfaatan tanaman obat untuk hidup sehat

September 16, 2026

Padang (ANTARA) - Tanaman Obat Keluarga (TOGA) telah lama menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia. Berbagai tanaman di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan dan membantu mengatasi keluhan ringan.

Namun, pengetahuan generasi muda mengenai tanaman obat tradisional mulai berkurang tidak terkecuali di Padang, Sumatera Barat. Edukasi sejak remaja diperlukan agar pengetahuan tentang jenis, manfaat, dan pemanfaatan tanaman herbal tetap dikenal sekaligus mendukung perilaku hidup sehat.

Atas latar belakang tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah melaksanakan program “Santri Kenal TOGA: Edukasi Tanaman Obat untuk Hidup Sehat”. Tim diketuai apt. Meiridha Mutiara Andania, M.Farm., dengan anggota apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm., apt. Eka Desnita, M.Farm., dan Bdn. Fani Syinthia Rahmi, S.ST., M.Keb. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Syifa Azliany, Nazwa Azlila Dahlimin, dan Sahwa Divva Diandra.

Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026 di MAS Al-Falah Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau dengan sasaran 40 santriwan dan santriwati. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai TOGA serta manfaatnya bagi kesehatan.

Kegiatan dilatarbelakangi hasil observasi yang menunjukkan sebagian santri belum mengenal berbagai jenis tanaman obat keluarga beserta manfaatnya. Pengetahuan santri umumnya masih terbatas pada beberapa tanaman yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengetahui manfaatnya secara lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, tim PkM memberikan penyuluhan interaktif mengenai pengertian TOGA, jenis tanaman herbal, dan manfaatnya bagi kesehatan. Santri diperkenalkan dengan berbagai tanaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti jahe, kunyit, serai, temulawak, daun sirih, dan kencur.

Pengenalan tersebut menjadi pintu masuk untuk menunjukkan bahwa tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar juga memiliki nilai edukatif bagi kesehatan. TOGA dapat dikenalkan sebagai bagian dari pemanfaatan sumber daya alam sekitar untuk mendukung pola hidup sehat.

Tim juga memberikan pemahaman bahwa pemanfaatan tanaman obat dapat digunakan untuk membantu menjaga kesehatan dan mengatasi keluhan ringan. Edukasi tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan literasi kesehatan berbasis herbal di kalangan remaja tanpa meninggalkan pentingnya penggunaan tanaman obat secara tepat.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui pengenalan berbagai jenis tanaman herbal, pemaparan manfaatnya, serta diskusi bersama santri. Dokumentasi pada halaman empat juga memperlihatkan proses edukasi berlangsung secara langsung di hadapan santriwan dan santriwati dengan menggunakan media presentasi.

Selain penyuluhan, tim PkM menyediakan media edukasi berupa leaflet dan poster kesehatan. Media tersebut dirancang untuk membantu santri mengenali TOGA dan memahami manfaat tanaman herbal melalui informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Media edukasi juga dapat menjadi sarana pembelajaran setelah kegiatan selesai. Dengan demikian, pengetahuan mengenai tanaman obat tidak hanya diperoleh saat penyuluhan, tetapi dapat dipelajari kembali dan disebarluaskan di lingkungan pesantren.

Untuk mengetahui perubahan pengetahuan santri, kegiatan dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mendapatkan edukasi mengenai jenis tanaman obat keluarga dan manfaatnya bagi kesehatan.

Kegiatan ini juga memiliki dimensi pelestarian pengetahuan tradisional. Pemanfaatan tanaman herbal telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat Minangkabau. Pengenalan kepada generasi muda diharapkan membantu menjaga pengetahuan tersebut agar tidak semakin tergerus oleh perubahan gaya hidup.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai jenis dan manfaat TOGA. Setelah memperoleh edukasi, santri diharapkan mampu mengenali tanaman obat keluarga dan memahami manfaatnya serta semakin tertarik mempelajari pemanfaatan tanaman herbal dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program “Santri Kenal TOGA”, Universitas Baiturrahmah turut memperkuat edukasi kesehatan berbasis pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan pesantren. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran hidup sehat sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap TOGA sebagai bagian dari budaya kesehatan tradisional yang perlu dilestarikan.

Kegiatan ini merupakan dana hibah Yayasan Pendidikan Baiturrahmah melalui alokasi anggaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unbrah.*

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah melaksanakan program “Santri Kenal TOGA: Edukasi Tanaman Obat untuk Hidup Sehat” di Padang. (ANTARA/HO-Unbrah)