Elephants

​Sambut Hari Kebaya Nasional 2026, Bakti Budaya Djarum Foundation Rilis Film Pendek Jalan Pulang

July 24, 2026

​Setelah sukses lewat kampanye Kebaya Kala Kini (2024) dan #KitaBerkebaya (2025), Jalan Pulang hadir membawa pendekatan yang lebih hangat dan personal.

Baca Juga: Bakti Olahraga Djarum Foundation Dan MilkLife Tingkatkan Prestasi Sepak Bola Putri

Film ini menyoroti kebaya bukan sekadar busana adat, melainkan jembatan memori yang menghubungkan masa lalu, keluarga, dan identitas lintas generasi.

​Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, menjelaskan bahwa selama tiga tahun terakhir pihaknya konsisten mengajak masyarakat melihat kebaya dari beragam perspektif.

​"Selama tiga tahun terakhir, kami terus mengajak masyarakat melihat kebaya dari berbagai sudut pandang. Jika sebelumnya kami mengangkat kebaya sebagai ekspresi diri dan identitas budaya yang hidup, melalui Jalan Pulang kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap kebaya menyimpan kisah yang layak diteruskan. Kebaya bukan hanya sesuatu yang dikenakan, tetapi juga membawa jejak keluarga, kenangan, nilai, dan perjalanan hidup yang membentuk siapa diri kita hari ini. Karena itu, merawat kebaya berarti juga merawat memori dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi," ujar Renitasari Adrian.

​Diarsiteki oleh sutradarai Bramsky, Jalan Pulang menceritakan sosok Dara, seorang creative director muda yang diamanahi tugas besar untuk melakukan rebranding rumah mode kebaya legendaris milik Madame Yati.

​Konflik bermula saat ide-ide modernisasi yang ditawarkan Dara terus mengalami penolakan. Rasa buntu membawanya pulang ke rumah sang ibu.

Di sana, di antara tumpukan kebaya lama yang hendak disumbangkan, Dara justru menemukan kembali potret kasih sayang, kenangan, serta jejak akar keluarganya yang sempat terlupakan.

​Sutradara Bramsky mengungkapkan harapannya agar sinema singkat ini mampu menggerakkan hati para penonton untuk lebih mendengarkan kisah di balik sehelai kain.

​"Melalui Jalan Pulang, saya ingin mengajak penonton melihat kebaya bukan sebagai benda yang hanya dikenakan pada momen tertentu, melainkan sebagai saksi perjalanan hidup. Di balik setiap lipatan kainnya ada kenangan, ada rumah, ada ibu, ada keluarga, dan ada identitas yang sering kali baru kita sadari nilainya ketika kita mencoba mencarinya kembali. Saya berharap film ini membuat kita tidak hanya ingin mengenakan kebaya, tetapi juga ingin mendengar dan meneruskan cerita yang dibawanya," ujar Bramsky.

Baca Juga: Tingkatkan Grassroots Sepakbola Putri Indonesia, PSSI Bergandengan Tangan dengan Djarum Foundation

Ditempuh Bertabur Bintang dan Kolaborasi Lintas Disiplin

​Kekuatan narasi Jalan Pulang makin solid berkat jajaran pemeran bertabur bintang nasional:

​Sheila Dara Aisha (Pemenang Piala Citra FFI 2025) sebagai Dara.

​Widyawati (Aktris senior peraih Lifetime Achievement Award FFI 2018).

​Asri Welas sebagai Madame Yati, perancang kebaya yang memegang teguh tradisi.

​Sharon Sitania sebagai representasi generasi muda penerus warisan budaya.

​Pemeran utama Dara, Sheila Dara Aisha, mengaku memiliki keterikatan emosional yang kuat saat membaca naskah proyek film ini.

​"Bagi saya, kebaya tidak pernah sekadar pakaian. Sejak kecil, saya melihat kebaya selalu hadir dalam momen-momen penting bersama keluarga, sehingga tanpa disadari ia menjadi bagian dari banyak kenangan yang saya miliki. Karena itu, ketika membaca naskah Jalan Pulang, saya langsung merasa dekat dengan Dara. Perjalanannya membuat saya kembali menyadari bahwa di balik setiap kebaya selalu ada cerita tentang rumah, keluarga, dan perjalanan hidup yang membentuk diri kita. Film pendek ini terasa sangat personal dan emosional bagi saya karena mengingatkan bahwa warisan yang paling berharga bukan hanya kebayanya, tetapi juga kisah yang menyertainya. Saya berharap setiap orang yang menonton Jalan Pulang bisa menemukan kembali kenangan mereka dan semakin mencintai kebaya, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena makna yang dibawanya," ungkap Sheila Dara Aisha.

Di belakang layar, Jalan Pulang digarap oleh tim artistik berpengalaman. Skenario ditulis oleh Widya Arifianti dan Ayesha Alma Almera, dengan tata artistik dari Dita Gambiro.

Latar emosi film diperkuat oleh tata suara Anhar Moha serta komposisi musik racikan Ofel Obaja. Adapun penataan busana ditangani oleh penata gaya ternama Hagai Pakan.​

Melalui sinergi ini, Bakti Budaya Djarum Foundation berharap generasi muda dapat terus merawat dan membagikan kisah di balik setiap helai kebaya Indonesia.

​"Kami berharap Jalan Pulang menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya hidup di museum atau dalam buku sejarah, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari, dalam cerita keluarga, dan dalam kebaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebab setiap kebaya punya cerita, dan setiap cerita layak untuk diteruskan," tutup Renitasari.