Elephants

Rusia serang pabrik logam terbesar untuk produk militer milik Ukraina

September 12, 2026

Rusia serang pabrik logam terbesar untuk produk militer milik Ukraina

Sabtu, 12 September 2026 17:20 WIB

Image Print

Dampak serangan udara Rusia terhadap sebuah SPBU di distrik Holosiivskyi, Kyiv, Ukraina, pada 10 September 2026. Sebuah pesawat nirawak (drone) jet Rusia menghantam SPBU tersebut di Kyiv, menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan melukai 4 orang; 3 di antaranya mengalami luka parah dan harus dirawat di rumah sakit. ANTARA/Danylo Antoniuk - Anadolu Agency /pri.

Moskow (ANTARA) - Kementerian Pertahanan Rusia, Sabtu, menyatakan pasukannya menyerang kompleks peleburan baja berbasis tungku listrik milik pabrik metalurgi Interpipe Steel di Dnipropetrovsk, produsen dan pemasok "logam canai" terbesar di Ukraina untuk kebutuhan produk militer.

“Logam canai” adalah istilah teknis untuk logam yang dibentuk atau dipipihkan melalui proses pengerolan (rolling). Sederhananya, logam dipanaskan atau diproses, kemudian dilewatkan di antara rol-rol besar untuk menghasilkan bentuk dan ketebalan tertentu. Produk akhirnya bisa berupa pelat, lembaran, batang, atau bentuk logam lainnya.

Dalam serangan yang berlangsung semalaman itu, angkatan bersenjata Rusia melancarkan serangan berskala besar terhadap fasilitas industri metalurgi Ukraina yang menghasilkan produk untuk kebutuhan militer di kota Zaporizhzhia, Dnipropetrovsk, dan Kryvyi Rih, serta terhadap infrastruktur pelabuhan di wilayah Odesa yang digunakan untuk mengirimkan kargo bagi militer Ukraina dan melayani kapal-kapal yang beroperasi untuk kepentingannya.

“Akibat menggunakan senjata presisi yang diluncurkan dari udara, darat, dan laut serta drone serang, kompleks peleburan listrik canggih milik pabrik metalurgi Interpipe Steel di kota Dnipropetrovsk ... di wilayah Dnipropetrovsk ... terkena serangan,” kata kementerian tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan fasilitas itu merupakan produsen dan pemasok terbesar di Ukraina untuk logam canai yang digunakan dalam pembuatan produk militer.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026