Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:10 WIB
Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Baca Juga
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.937 pada Rabu, 5 Agustus 2026. Posisi rupiah itu menguat 100 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 18.037 pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 6 Agustus 2026 hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.913 per dolar AS. Posisi itu menguat 20 poin atau 0,11 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.933 per dolar AS.
Baca Juga
Bisakah Rupiah Indonesia Bertahan dari Guncangan Harga Minyak Akibat Konflik Iran dan Apa Artinya bagi Pasangan Forex MT
Photo :
- Istimewa
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal II-2026.
Baca Juga
Sedangkan berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II-2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.552,1 triliun, dan atas dasar harga konstan senilai Rp 3.576,2 triliun.
Bila dibandingkan dengan kuartal I-2026, ekonomi tumbuh sebesar 3,73 persen. Namun bila dibandingkan dengan semester I-2025 atau secara cumulative-to-cumulative (c-to-c), PDB tumbuh sebesar 5,45 persen.
Data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 berbanding terbalik dengan para ekonom, yang memprediksi pertumbuhan ekonomi akan berada antara 4,8—4,9 persen. Proyeksi itu jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen.
Perlambatan ini dipicu tekanan dari tingginya biaya produksi akibat gejolak global, pengetatan kebijakan moneter, hingga ketidakpastian tata kelola fiskal di dalam negeri.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.930-Rp 17.980," ujarnya.
Sebagai informasi, pasar merespon positif terhadap pernyataan Qatar pada hari Selasa, yang menyatakan bahwa para mediator telah mencapai kemajuan dalam upaya mengakhiri perang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal itu mendorong penurunan harga minyak, meskipun Teheran membantah pernyataan Presiden AS, Donald Trump bahwa perundingan sudah berlangsung. Harga minyak Brent ditutup di bawah US$80 per barel pada hari Selasa, untuk pertama kalinya sejak 13 Juli 2026.
Sementara Trump dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, membahas upaya untuk memperkecil perbedaan antara Washington dan Teheran. Serta, meningkatkan prospek penyelesaian jangka panjang dalam sebuah percakapan telepon pada hari Selasa, menurut keterangan kantor Emir Qatar.
Halaman Selanjutnya
Trump mengatakan pada hari Senin bahwa perundingan dengan Teheran telah dimulai, dan Iran menghadapi "kesempatan terakhir" untuk mencapai kesepakatan. Namun, para pejabat Iran menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS.