Jambi (ANTARA) - Musibah kebakaran menimpa rumah atlet angkat berat Provinsi Jambi, Susan Kumala Sari, di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (29/8) seluruh isi rumah beserta harta bendanya habis terbakar.
"Untuk meringankan bebannya, KONI Provinsi Jambi membuka donasi bagi siapa saja yang mau membantu lifter Jambi tersebut," kata Ketua Umum KONI Provinsi Jambi AKBP Mat Sanusi, di Jambi Sabtu.
Kebakaran tersebut terjadi bersamaan dengan peristiwa kebakaran 19 rumah di Jalan HMO Bafadal, RT 23, Kelurahan Cempaka Putih yang terjadi pada hari yang sama.
Selama ini Susan Kumala Sari dan Jeni Rahma Safitri dikenal sebagai atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Provinsi Jambi di berbagai kejuaraan angkat berat dan angkat besi.
KONI Provinsi Jambi mengajak masyarakat untuk membantu meringankan beban kedua atlet tersebut.
"Mari bersama-sama kita bantu untuk bangkit kembali dengan menyisihkan sebagian rezeki kita. Sekecil apa pun bantuan Anda, sangat berarti untuk membangun kembali harapan mereka," demikian imbauan yang disampaikan KONI Provinsi Jambi.
Donasi dapat disalurkan melalui Bank Mandiri No. Rekening: 1100021656647 Atas Nama KONI Provinsi Jambi.
KONI Provinsi Jambi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan bantuan.
"Semoga Allah SWT membalasnya dengan berkah yang melimpah. Amin," kata Mat Sanusi.
Sebanyak 19 rumah di Jalan HMO Bafadal, RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi habis terbakar pada Sabtu (29/8), tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu hanya kerugian materil ratusan jutaan rupiah.
"Kebakaran itu berdampak pada 20 Kepala Keluarga KK dengan total 59 jiwa," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi Mustari.
Pihak Damkartan menerima laporan kebakaran pukul 13.52 WIB dan petugas tiba di lokasi pukul 14.04 WIB dengan respon time 12 menit dari Mako Damkar.
Pelapor menyampaikan ada kebakaran rumah di Jalan HMO Bafadal. Begitu laporan masuk, Pleton I Mako bersama regu dari Pos Paal Merah, Jambi Timur, Jamkose, dan Alam Barajo langsung bergerak ke lokasi.
Dalam operasi yang dipimpin langsung Kadis Damkartan itu, dikerahkan 60 personel dengan dukungan satu unit armada komando, delapan unit armada tempur, tiga unit armada suply dan satu unit ambulans PSC 119.
Proses pemadaman berlangsung selama 3 jam 15 menit dengan menghabiskan 95.000 liter air.
Beberapa hambatan di lapangan yakni akses masuk lokasi yang sempit, pemukiman padat penduduk, dan angin kencang.
Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.