Jakarta (ANTARA) -
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara menggelar Kultura Market yang melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mendorong produk lokal naik kelas lewat bazar tersebut
“Kami menggelar Bazar RSUD Koja atau Kultura Market dalam perayaan HUT ke-74 RSUD Koja dan HUT ke-81 Republik Indonesia,” kata Direktur RSUD Koja Alifianti Lestari di Jakarta, Selasa
Kultura Market berlangsung selama empat hari agar memberikan kesempatan lebih luas bagi pegawai, pasien maupun keluarga pasien untuk menikmati sekaligus berbelanja berbagai produk lokal yang tersedia.
Alifianti menjelaskan Kultura Market menjadi ruang bertemu beragam produk kreatif, kuliner, kerajinan, hingga produk unggulan hasil binaan pelaku UMKM dengan calon pembeli.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi RSUD Koja bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Utara.
“Kami mengusung semangat kolaborasi dan kebanggaan terhadap produk lokal tersebut digelar di Plaza Lobi Utama RSUD Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mulai 11- 14 Agustus 2026,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Indriyanto, didampingi Kasudin KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menilai Kultura Market menjadi bagian dari ruang kolaborasi untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk lokal.
Menurut Iwan, Kultura Market tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga sarana edukasi tentang produk lokal memiliki kualitas dan daya saing yang tidak kalah dengan produk dari luar daerah maupun luar negeri.
“Kultura Market ini sudah berjalan lama dan berkolaborasi dengan SKPD maupun UKPD. Kegiatannya sangat identik dengan budaya lokal sekaligus menjadi sarana pemasaran produk-produk binaan yang ada di Jakarta Utara,” jelasnya.
Iwan berharap para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif terus melakukan inovasi, menjaga kualitas serta meningkatkan daya tarik produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam Kultura Market kali ini, sebanyak 34 Jakpreneur binaan Sudin KPKP Jakarta Utara, dua BUMD pangan, dan RSUD Koja turut berpartisipasi.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Murniasi Hutapea menilai kegiatan tersebut bukan sekadar bazar, tetapi menjadi wadah strategis yang mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan geliat ekonomi kreatif masyarakat.
Ia mengatakan berbagai produk yang ditampilkan dalam Kultura Market menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia, mulai dari wastra nusantara, kerajinan tangan hingga kuliner tradisional, dapat terus berkembang dan tampil modern tanpa kehilangan jati dirinya.
“Manfaatkan momentum Kultura Market ini untuk meningkatkan kualitas dan estetika kemasan produk, memperluas jaringan pasar dan kolaborasi antar komunitas, serta mengoptimalkan digitalisasi dalam transaksi maupun promosi,” kata Murniasi.
Baca juga: DKI bina lebih dari 100 ribu wirausaha untuk buka lapangan kerja baru
Baca juga: DKI optimalkan pembinaan UKM lewat Jakpreneur
Baca juga: Pemprov DKI percepat transformasi digital UMKM lewat Gang Dagang
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.