Elephants

Rembang terapkan metode tanam PM-AAS dengan harapan dongkrak produktivitas padi

September 15, 2026

Rembang terapkan metode tanam PM-AAS dengan harapan dongkrak produktivitas padi

Selasa, 15 September 2026 22:28 WIB

Image Print

Wakil Bupati Rembang M. Hanies Cholil Barro’ turut hadir dan mencoba langsung mesin tanam yang telah dimodifikasi oleh petani di lahan pertanian Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).  ANTARA/HO-Humas Pemkab Rembang

Rembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mulai menerapkan metode tanam padi dengan model Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS), dengan harapan mampu meningkatkan populasi tanaman sekaligus mendorong produktivitas padi petani.

"Penerapan metode tanam PM-AAS ini dalam rangka mendukung akselerasi gerakan tanam padi bersama se-Jateng," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto saat mendampingi Wakil Bupati Rembang H.M. Hanies Cholil Barro’ turut melakukan uji coba motode tanam PM-AAS di lahan pertanian Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Rembang, Selasa.

Wakil Bupati Rembang M. Hanies Cholil Barro’ turut hadir dan mencoba langsung mesin tanam yang telah dimodifikasi oleh petani setempat.

Agus mengatakan PM-AAS menerapkan pola tanam dengan jarak yang lebih rapat dibandingkan metode konvensional. Pola tersebut memungkinkan jumlah tanaman dalam satu hektare meningkat sehingga berpotensi menghasilkan produksi yang lebih tinggi.

"Untuk benih yang biasanya cukup 30 kilogram, metode PM-AAS membutuhkan 70 sampai 80 kilogram. Namun populasi tanamannya bisa lebih banyak tiga sampai empat kali lipat," ujarnya.

Menurut dia pola tanam biasa menghasilkan populasi sekitar 300 ribu tanaman per hektare. Sementara melalui PM-AAS, populasinya berpotensi mencapai satu juta tanaman per hektare.

"Produksinya menjadi meningkat, dari biasanya 7 ton menjadi sekitar 10 ton per hektare," ujarnya.

Agus menyampaikan Kabupaten Rembang mendapat target penerapan PM-AAS seluas 2.070 hektare. Namun, melihat potensi lahan yang tersedia, Dinas Pertanian mengajukan perluasan penerapan hingga sekitar 3.200 hektare.

"Jadi lahan untuk uji coba metode ini Rembang sudah mengajukan dua kali lipat, lebih dari yang ditargetkan. Metode ini cocok untuk diterapkan di Rembang," ujarnya.

Salah seorang petani Desa Mojorembun, Mardi mengatakan penerapan metode tersebut menyasar lahan seluas 1,5 hektare. Pemerintah turut memberikan dukungan berupa bantuan benih dan penambahan alokasi pupuk.

"Kita tanam menggunakan alat inovasi penanaman. Pemerintah membantu benih dan penambahan kuota pupuk, karena semakin banyak benih yang ditanam maka kebutuhan pupuk juga meningkat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang H.M. Hanies Cholil Barro’ mengatakan penerapan PM-AAS menjadi bagian dari upaya pengembangan pertanian modern. Metode tersebut mengadaptasi teknologi pertanian modern yang diterapkan di Arkansas, Amerika Serikat.

Meski memiliki potensi meningkatkan produktivitas, Hanies menegaskan penerapan metode tersebut tetap akan dievaluasi berdasarkan hasil panen. Jika terbukti memberikan hasil yang optimal, penerapannya dapat dikembangkan ke wilayah lain di Kabupaten Rembang.

Baca juga: Polisi tak temukan tanda kekerasan kepada warga Kepri di Rembang

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.