Kamis, 17 September 2026 - 16:35 WIB
Bengkulu, VIVA – Kepolisian Resor Kota Bengkulu mengungkapkan motif pembunuhan relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis di Kelurahan Padang Serai, Kota Bengkulu, karena tersangka RPP (25) ingin memperkosa korban.
Baca Juga
"Untuk RPP yang merupakan karyawan di SPPG Kelurahan Padang Serai telah ditetapkan sebagai tersangka dan berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan yaitu tersangka ingin memperkosa korban," kata Kepala Polresta Bengkulu Komisaris Besar Polisi Rahmat Hidayat di Kota Bengkulu, Kamis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan kronologi kejadian tersebut berawal pada Senin (14/9) dini hari pukul 02.30 WIB saat korban Indo Melvi Yunandatia akan bekerja di SPPG Padang Serai, Kota Bengkulu, dan bertemu dengan tersangka di Jalan Kampung Bahari.
Baca Juga
Kemudian tersangka meminta bantuan korban untuk membantu mendorong motornya yang mogok di rumahnya. Tersangka kembali melintas di sekitar lokasi kejadian hingga dua kali guna memastikan kondisi aman serta tidak dilintasi masyarakat.
"Saat di jalan menuju SPPG Padang Serai, tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan, namun langsung ditolak korban. Karena adanya penolakan, tersangka meminta korban untuk menghentikan kendaraannya dan tersangka menarik tangan korban hingga terjatuh," ujarnya.
Baca Juga
Korban sempat berteriak minta tolong, namun tersangka langsung membekap mulut korban hingga tidak bergerak dan tidak sadarkan diri.
Setelah itu, tersangka melakukan pemerkosaan terhadap korban dan selanjutnya membuang tubuh korban ke sungai yang ada di dekat lokasi kejadian.
Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan primer Pasal 459 subsider Pasal 458 dan Pasal 473 ayat (2) huruf A juncto Pasal 128 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 penyesuaian pidana dengan ancaman 20 tahun penjara.
Sebelumnya, pada Senin 14 September, warga kawasan Kampung Bahari, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, melaporkan penemuan sesosok mayat perempuan bernama Indo Melvi (24) di aliran Sungai Kampung Bahari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jenazah korban ditemukan setelah pihak keluarga melakukan pencarian lantaran korban tidak kunjung tiba di tempat kerja dan sempat sulit dihubungi setelah meninggalkan rumah untuk bekerja sekitar pukul 02.30 WIB.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban masih berada di aliran sungai. Pihak keluarga juga menemukan sejumlah batu di dalam pakaian korban.
Halaman Selanjutnya
Tidak berselang lama, Polresta Bengkulu menangkap terduga pelaku yang merupakan satpam di SPPG Padang Serai, tempat korban bekerja.