Elephants

Rektor: Keseimbangan gelar dan keterampilan penting hadapi dunia kerja

August 27, 2026

Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin mengatakan keseimbangan antara gelar akademik dan keterampilan menjadi bekal penting bagi para lulusan menghadapi dunia kerja yang terus mengalami perubahan.

"Untuk itu teruslah mengasah kemampuan meski sudah tak lagi di bangku kuliah," katanya pada acara wisuda 5.263 lulusan di Auditorium USU di Medan, Kamis.

Dalam acara yang mengangkat tema “Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi: Degree vs Skills?” itu, ia menjelaskan gelar akademik dan keterampilan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.

"Ijazah menjadi bukti bahwa seseorang telah menempuh proses pendidikan secara terstruktur dan memenuhi standar akademik, sedangkan keterampilan menunjukkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan" katanya.

Ia mengatakan perubahan kebutuhan dunia kerja menunjukkan bahwa perusahaan semakin mempertimbangkan kemampuan nyata calon tenaga kerja.

Baca juga: Rektor USU: Kemampuan komunikasi jadi kunci kesuksesan

Pengalaman, portofolio, kemampuan menggunakan teknologi, hasil kerja, serta rekam jejak menjadi bagian penting dalam proses perekrutan.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran dari credential-based hiring, yaitu perekrutan yang berorientasi pada kualifikasi akademik, menuju skills-based hiring yang lebih menekankan kompetensi.

Meski demikian, perkembangan tersebut tidak serta merta menghilangkan relevansi gelar akademik. Pendidikan tinggi tetap memberikan fondasi keilmuan yang diperlukan untuk memasuki dunia profesional.

Tantangannya tentang bagaimana lulusan mampu melanjutkan proses belajar dan mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Gelar tidak kehilangan relevansi. Makna gelar berubah ketika dunia kerja terus berkembang. Gelar bukan lagi tanda bahwa seseorang telah selesai belajar. Gelar menjadi bukti bahwa seseorang telah memiliki fondasi untuk terus belajar," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong para lulusan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Lulusan juga perlu membangun portofolio sebagai bukti kompetensi, memperbarui keterampilan secara berkelanjutan, serta memperkuat karakter dan reputasi profesional.

"Pengalaman selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat menjadi modal penting dalam memasuki dunia kerja. Berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta menghasilkan karya yang menunjukkan kompetensi secara nyata" katanya.

Ia menekankan keberadaan seorang lulusan tidak semestinya hanya ditandai oleh gelar akademik yang disandang, tetapi juga kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.

“Gelar dapat membuat orang mengetahui latar belakang pendidikan saudara. Namun, kontribusi membuat orang merasakan manfaat keberadaan saudara,” katanya.

Menurut dia, gelar memberikan identitas akademik, sedangkan keterampilan memberikan kemampuan bekerja dan beradaptasi.

Keduanya, katanya, perlu diperkuat dengan karakter, integritas, serta kemauan untuk terus belajar agar lulusan mampu memberikan manfaat di lingkungan profesional maupun masyarakat.

Baca juga: Menteri UMKM ajak mahasiswa berwirausaha dan ciptakan lapangan kerja

Baca juga: USU perkuat posisi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global

Pewarta: Juraidi
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.