Rektor: Kampus harus mampu deteksi dini serta pencegahan ekstremisme
Rabu, 7 Oktober 2026 16:04 WIB
Penandatanganan MoU antara UMBY dengan BPNT di dalam pencegahan ekstremisme di DIY. (ANTARA/Ist)
Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Prof Agus Slamet menyatakan kampus selain menjadi ruang belajar juga harus mampu melakukan deteksi dini serta pencegahan paham ekstremisme di lingkungan civitas perguruan tinggi tersebut.
"Bagi kami, kampus tidak hanya berfungsi sebagai wadah akademis, tetapi juga harus menjadi benteng moral dan ruang aman yang mampu melakukan deteksi dini serta pencegahan paham ekstremisme di lingkungan civitas akademika," kata Rektor dalam keterangan di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, dalam mencegah paham radikalisme dan ekstremisme, UMBY dan para perguruan tinggi DIY telah menjalin MoU dengan Badan Nasionalisme Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam pemulihan psikologis dan pembangunan resiliensi bagi korban maupun kelompok rentan di lingkungan satuan pendidikan.
Rektor mengatakan kerja sama tersebut selaras dengan misi UMBY dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat.
"UMBY siap mengambil peran aktif dan berkontribusi nyata dalam menjaga kondusivitas serta keselamatan bangsa," katanya.
Melalui penandatanganan MoU tersebut, perguruan tinggi tersebut siap menjadi mitra strategis pemerintah dan BNPT dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari ancaman ekstremisme.
"Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui kepakaran ilmu dan pengabdian masyarakat," katanya.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi Perpres Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Tahun 2026–2029, khususnya pada Tema 8 Aksi 2 mengenai optimalisasi peran perguruan tinggi.
Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn) Eddy Hartono menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk melindungi generasi muda dari paparan paham radikal dan ekstremisme kekerasan. BNPT juga merencanakan program penguatan resiliensi di DIY sebagai model percontohan (pilot project) nasional.
"Kita berkewajiban menjaga anak-anak kita yang menjadi penerus ke depan. Kita bukan superman, tapi super team. Model pendampingan dan kerja sama di DIY ini diharapkan memberikan dampak luas dan menjadi percontohan bagi daerah lain," katanya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan perguruan tinggi memiliki peran vital sebagai ruang berdialog, berpikir kritis, serta melatih keterbukaan terhadap perbedaan tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan.
"Perguruan tinggi dinilai menjadi salah satu benteng terbaik dalam menangkal tumbuh berkembangnya ideologi ekstrem," katanya.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026