Jumat, 24 Juli 2026 - 13:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 diprediksi menjadi titik awal semakin dikenalnya teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) di Indonesia. Jika beberapa tahun terakhir panggung elektrifikasi didominasi mobil listrik murni (BEV) dan hybrid, tahun ini mulai muncul pilihan baru yang menggabungkan karakter mobil listrik dengan mesin bensin sebagai pembangkit listrik.
Baca Juga
REEV merupakan sistem elektrifikasi yang berbeda dari hybrid maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pada teknologi ini, roda kendaraan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sedangkan mesin bensin tidak terhubung langsung ke roda, melainkan hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai ketika diperlukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari penelusuran VIVA Otomotif Jumat 24 Juli 2026, setidaknya ada dua model yang dipastikan membawa teknologi tersebut ke GIIAS 2026, yakni iCAR V27 dan Changan Deepal S05 REEV.
Baca Juga
iCAR V27 dijadwalkan melakoni debut resminya di Indonesia pada GIIAS 2026. SUV bergaya boxy ini dibekali baterai berkapasitas 34,31 kWh yang diklaim mampu menempuh sekitar 200 kilometer dalam mode listrik murni.
Sementara itu, mesin 1.500 cc turbo berfungsi sebagai range extender untuk menghasilkan listrik ketika daya baterai mulai berkurang. Dengan tangki bahan bakar penuh dan baterai terisi, total jarak tempuhnya diklaim mencapai lebih dari 1.200 kilometer.
Baca Juga
Selain mengusung sistem Three-Motor True Electric AWD, iCAR V27 juga menawarkan tenaga gabungan hingga 455 PS dan torsi 505 Nm, menjadikannya salah satu SUV REEV dengan performa tinggi yang akan hadir di pasar Indonesia.
Model berikutnya adalah Changan Deepal S05 REEV, yang telah diperkenalkan lebih dulu ke pasar nasional menjelang GIIAS. SUV ini mengombinasikan baterai berkapasitas 27,28 kWh dengan mesin bensin 1.500 cc sebagai generator.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Deepal mengklaim S05 REEV mampu menempuh sekitar 170 kilometer hanya dengan tenaga listrik. Jika baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, total jarak tempuh kendaraan diklaim melampaui 1.100 kilometer.
Kehadiran dua model tersebut menunjukkan mulai berkembangnya pilihan teknologi elektrifikasi di Indonesia. Berbeda dengan mobil listrik murni yang bergantung pada pengisian daya eksternal, REEV menawarkan fleksibilitas lebih karena mesin bensin dapat menghasilkan listrik saat dibutuhkan, sehingga pengemudi tidak perlu terlalu khawatir terhadap keterbatasan jarak tempuh.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, pengalaman berkendaranya tetap menyerupai mobil listrik. Seluruh tenaga ke roda berasal dari motor listrik, sedangkan mesin pembakaran tidak ikut menggerakkan kendaraan secara langsung.