Jakarta, CNN Indonesia --
Sekitar 4,3 juta mobil listrik yang dipasarkan di China terpaksa ditarik kembali atau recall karena masalah pada mekanisme gagang pintu yang dinilai dapat menyulitkan penumpang keluar dari mobil dalam kondisi darurat.
Recall tersebut menjadi penarikan kendaraan terbesar di China. Sebanyak sembilan produsen otomotif, termasuk Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, dan Geely, melakukan recall dengan perbaikan mulai dari pembaruan perangkat lunak hingga pemasangan label peringatan pada gagang pintu.
Melansir Reuters, Jumat (21/8), masalah tersebut terutama berkaitan dengan gagang pelepas pintu mekanis darurat yang dinilai regulator sulit ditemukan atau dioperasikan setelah kendaraan mengalami kecelakaan. Kekhawatiran tersebut meningkat setelah terdapat sejumlah kasus penumpang yang terjebak di dalam kendaraan yang terbakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media pemerintah China pada Oktober lalu melaporkan pengemudi sedan Xiaomi SU7 meninggal setelah mengalami kecelakaan dan kebakaran. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi tidak dapat membuka pintu kendaraan untuk menyelamatkan korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tesla menjadi produsen dengan jumlah kendaraan yang paling banyak ditarik, yakni sekitar 2,98 juta unit kendaraan impor maupun produksi China.
Recall tersebut mencakup sejumlah model, yakni Model 3, Model Y, Model S, dan Model X. Penarikan akan dimulai pada 25 September mendatang.
Menurut keterangan yang disampaikan Tesla kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR), gagang pintu mekanis darurat berpotensi sulit dikenali setelah kendaraan mengalami tabrakan parah dan sistem kelistrikan mengalami kegagalan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat penumpang untuk keluar dari kendaraan maupun menyulitkan penyelamat membuka pintu dari luar.
Sebagai perbaikan, Tesla akan memasang label peringatan pada kendaraan dan melakukan pembaruan perangkat lunak secara jarak jauh atau over-the-air (OTA).
Pembaruan tersebut akan membuat jendela kendaraan turun secara otomatis setelah terjadi tabrakan. Selain Tesla, sejumlah produsen otomotif China juga melakukan recall dalam skala besar.
Xiaomi akan menarik sekitar 390 ribu kendaraan, Leapmotor sekitar 371 ribu unit, dan Xpeng sekitar 264 ribu unit. Sementara itu, Geely Holding dan sejumlah produsen lain juga mengumumkan recall, meski dalam jumlah yang lebih kecil.
Sebagian besar perbaikan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak secara jarak jauh. Produsen juga akan memasang label untuk membantu pengguna menemukan gagang pelepas pintu darurat.
Leapmotor mengatakan pembaruan yang dilakukan hanya mencakup pemasangan label peringatan dan peningkatan perangkat lunak pengendali jendela listrik.
"Kami mengelola dan mengajukannya sesuai dengan proses recall karena rasa tanggung jawab kepada pengguna kami," kata Leapmotor.
Masalah gagang pintu tersebut juga mendorong China memperketat aturan keselamatan kendaraan.
China telah menyatakan akan melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi mulai 2027. Desain tersebut sebelumnya dipopulerkan Tesla dan kemudian banyak diadopsi produsen kendaraan listrik China.
Pilihan Redaksi
- Studi ITB: Kendaraan Diesel Penyumbang Polusi Terbesar Jakarta
- BYD Klarifikasi ke Kemendag Atas Insiden Seal Terbakar di Tol
- Hyundai Buka Suara Polemik Viral Parkir Paralel Ioniq 5
Gagang pintu tersembunyi umumnya dapat dibuka menggunakan key fob, smartphone, atau panel sensitif sentuhan. Namun, mekanisme tersebut menjadi sorotan karena dapat bermasalah ketika sistem kelistrikan kendaraan gagal berfungsi setelah kecelakaan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari peningkatan pengawasan China terhadap industri kendaraan listrik, di tengah persaingan harga yang semakin ketat dan semakin banyaknya teknologi berbasis perangkat lunak yang digunakan pada kendaraan.
Sam Fiorani, wakil presiden perusahaan riset AutoForecast Solutions, menilai biaya recall kali ini kemungkinan tidak terlalu besar karena sebagian besar perbaikan dapat dilakukan melalui pembaruan OTA.
"Pembaruan OTA modern mengurangi biaya dan waktu henti yang terkait dengan penarikan produk besar-besaran," kata Fiorani.
Ia menilai pekerjaan fisik yang diperlukan juga tidak akan terlalu mahal dibandingkan dengan recall besar pada masa lalu.
Masalah gagang pintu kendaraan juga menjadi perhatian regulator Amerika Serikat. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) pada Juli lalu menyatakan akan mempertimbangkan standar keselamatan baru untuk mengatasi risiko penumpang terjebak di dalam kendaraan ketika terjadi kegagalan sistem kelistrikan.
Namun, hingga saat ini belum ada produsen yang memberitahukan NHTSA mengenai rencana melakukan recall serupa di pasar Amerika Serikat.
(lau/dmi)