Elephants

Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Kabupaten Buol hingga September 2026 capai Rp1,5 miliar

October 10, 2026

Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Kabupaten Buol hingga September 2026 capai Rp1,5 miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 10:49 WIB

Image Print

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Buol, Lani Irawati Saleh. ANTARA/HO-Diskominfo Buol

Buol, Sulteng, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), mencatat realisasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di daerah tersebut sudah mencapai Rp1,5 miliar hingga September 2026.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Buol Lani Irawati Saleh di Biau, Buol, Sulteng, Sabtu, mengatakan berdasarkan hasil rekonsiliasi data akhir September 2026, penerimaan PBB yang telah masuk ke kas daerah mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.

"Masih ada sekitar Rp500 juta sisa dari target penerimaan, dan saat ini sementara dalam proses penagihan. Insya-Allah hingga akhir Desember mendatang target penerimaan itu bisa terealisasi 100 persen," kata Lani.

Ia mengemukakan salah satu tantangan dalam proses penagihan disebabkan banyaknya wajib pajak, sistem penagihan yang masih mengandalkan rekapitulasi pajak desa, serta kendala di sejumlah desa.

"Kendala lain seperti janji politik beberapa kepala desa terpilih untuk membayarkan PBB masyarakat, tentunya ini dapat mengganggu ketertiban data wajib pajak," ujar dia.

Ia mengatakan ke depan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis bisa mengimbau calon kepala desa agar tidak menjadikan pembayaran PBB masyarakat sebagai janji kampanye dalam pelaksanaan Pilkades mendatang.

Sementara itu, Lani mengatakan pemkab juga menangani tunggakan PBB plasma sawit masyarakat yang dikelola oleh Koperasi Plasma dan tercatat dalam piutang desa.

Menurut dia, untuk koperasi plasma bermitra dengan perusahaan sawit PT UKMI sehingga konsekuensinya pihak perusahaan yang harus membayar tunggakan tersebut.

"Alhamdulillah pihak perusahaan itu sudah sepakat untuk tetap menyelesaikan tunggakan PBB plasma atas nama masyarakat anggota koperasi," katanya.

Lani pun menyebutkan terus mengoptimalkan penyelesaian tunggakan dan optimalisasi penagihan PBB agar target penerimaan daerah tercapai tahun 2026.

"Penerimaan pajak yang optimal menjadi salah satu dukungan bagi pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Buol," ujar dia.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026