Elephants

Rayu Toyota Relokasi Produksi ke RI, Purbaya Tawarkan Insentif

August 4, 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menawarkan pemberian insentif agar perusahaan otomotif Toyota mau merelokasi pusat produksi kendaraannya dari Thailand ke Indonesia.

Baca Juga

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur otomotif, sekaligus memperluas rantai pasok industri di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami akan mendukung Toyota juga, tapi bawa manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia. Kami akan memberikan seluruh insentif yang Anda inginkan,” kata Purbaya di acara GIIAS 2026, Tangerang, Banten, Selasa, 4 Agustus 2026.

Baca Juga

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

Selain fasilitas produksi utama, Purbaya juga mendorong Toyota untuk membawa industri pendukungnya ke dalam negeri. Hal itu mengingat sejumlah bahan dan komponen yang dibutuhkan sektor otomotif seperti baja, elektronik, dan bahan kimia, kini masih banyak dipenuhi melalui impor.

Baca Juga

“Jadi, kalau Anda bisa membawa industri pendukung Anda ke sini, saya akan kasih insentif yang cukup atau lebih,” ujarnya.

Purbaya mengatakan, industri otomotif nasional saat ini menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja, dengan jumlah produksi kendaraan mencapai 2,5 juta per tahun. Karenanya, Dia memastikan bahwa pemerintah akan memperbaiki iklim investasi secara serius, dan menyiapkan insentif yang memadai bagi perusahaan otomotif yang bersedia mengalihkan fasilitas produksinya ke Indonesia.

“Mungkin sebelumnya kami tidak memberikan insentif yang cukup kepada investor asing atau iklim investasinya belum matang. Kami akan memperbaiki iklim investasi dengan serius kali ini,” kata Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya juga menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan insentif final untuk kendaraan listrik alias electric vehicle (EV).

“Saya kira dalam dua minggu atau tiga minggu dari sekarang, Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV lagi, termasuk untuk sekitar 500.000 sepeda motor listrik dan mobil listrik,” kata Purbaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, pemerintah akan menyalurkan insentif berupa pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen, serta insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen untuk kendaraan dengan kriteria tertentu.

Namun, Purbaya memberi sinyal bahwa insentif nantinya hanya akan diberikan untuk mobil listrik murni (BEV). Sementara mobil hibrida dan plug in hibrida (PHEV) tidak termasuk sebagai penerima insentif. Meski demikian, detil final pemberian insentif ditegaskan Purbaya akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo 

Halaman Selanjutnya

“Saya belum dengar rencana itu. Yang saya dengar rencananya adalah EV saja. Battery nickel-based sama battery lithium-based juga berbeda sedikit,” ujarnya. (Ant).