Bagikan:
JAKARTA - Pemerintah India melarang warganya yang bekerja sebagai pelaut untuk bertugas di kapal yang melintasi Selat Hormuzhingga pemberitahuan lebih lanjut karena meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal di jalur pelayaran strategis itu.
Direktorat Jenderal Pelayaran India menginstruksikan kepada para pemilik kapal, pengelola kapal, dan perusahaan sertifikasi untuk tidak menugaskan awak kapal asal India ke kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Melalui akun resmidi platform X, otoritas tersebut juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan perairan sekitarnya.
"Tidak ada penempatan bagi pelaut asal India di kapal-kapal yang melakukan pelayaran di Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut,"demikian pernyataan direktorat tersebut dilansir ANTARA dari Anadolu, Kamis, 16 Juli.
BACA JUGA:
Selain itu, mereka diminta terus memantau peringatan navigasi dan informasi keamanan, serta menerapkan secara ketat Kode Keamanan Internasional Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code).
Direktorat Jenderal Pelayaran Indiajuga menginstruksikan agar setiap keadaan darurat segera dilaporkan dan ditangani sesuai prosedur. Kebijakan itu diterbitkan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz.
AS dan Iran terus saling melancarkan serangan meskipun telahmenyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai.
Pekan ini, seorang warga negara India tewas setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) terkena serangan Iran saat melintasi jalur pelayaran sebelah selatan Selat Hormuz di perairan Oman.
Sejak perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah pada 28 Februari lalu, tercatat sebanyak 16 warga India dilaporkan tewas atau hilang di kawasan Timur Tengah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+