Elephants

Ratu Dewa sebut 254 Ha lahan terbakar hingga September 2026

September 21, 2026

Ratu Dewa sebut 254 Ha lahan terbakar hingga September 2026

Senin, 21 September 2026 09:59 WIB

Image Print

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa meninjau Posko Karhutla Kecamatan Alang-Alang Lebar. ANTARA/Edo Purmana

Palembang (ANTARA) - Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa menyebutkan hingga September 2026 tercatat seluas 254,23 hektare (Ha) lahan di wilayah itu terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kemarau panjang tahun ini sangat berdampak pada banyaknya lahan yang terbakar dan kekeringan air bersih," kata Ratu Dewa di Palembang, Minggu.

Dia mengatakan, berdasarkan data kondisi terkini hingga 17 September 2026, tercatat sebanyak 406 kejadian karhutla di Kota Palembang dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 254,23 Ha.

Sejumlah kecamatan dengan kejadian kebakaran lahan cukup tinggi meliputi Kertapati sebanyak 64 kejadian, Gandus 60 kejadian, Alang-Alang Lebar 56 kejadian, Ilir Barat I 50 kejadian, dan Sukarami 49 kejadian.

Pada tingkat kelurahan, kejadian tertinggi tercatat di Kelurahan Gandus sebanyak 39 kejadian, Bukit Baru 30 kejadian, dan Sukamulya 28 kejadian.

Selain karhutla, Pemkot Palembang juga memberikan perhatian khusus terhadap dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Kekurangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga tercatat di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami yang berdampak terhadap 720 kepala keluarga.

Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Sematang Borang sebanyak 58 kepala keluarga, serta Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring sebanyak empat kepala keluarga.

Untuk mendukung penanganan dampak kekeringan dan karhutla, Perumda Tirta Musi menyiapkan sejumlah langkah antara lain membantu distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.

Pemkot Palembang juga menyiapkan titik hidran kebakaran di Unit Pelayanan KM 4 seberang Polda Sumatera Selatan, serta menyediakan fasilitas kran pengisian air mobil tangki di seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan booster Perumda Tirta Musi.

"Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengisian air bagi mobil tangki dari berbagai instansi yang terlibat dalam penanganan kebakaran," ujarnya.

Pewarta: Edo Purmana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026