ILUSTRASI. Ilustrasi Gadai swasta (KONTAN/Muradi)
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan gadai yang memiliki izin usaha dengan ruang lingkup nasional makin bertambah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan peningkatan lingkup wilayah usaha menjadi nasional kepada dua perusahaan pergadaian, yaitu PT Pusat Gadai Indonesia dan PT Gadai Elektronik Jakarta.
Dengan demikian, terdapat lima perusahaan pergadaian dengan lingkup wilayah usaha nasional, termasuk PT Gadai Sakti Indonesia, PT Gadai Mas Nusantara, dan PT Pegadaian (Persero).
Mengenai hal itu, PT Pusat Gadai Indonesia yang sudah mendapatkan izin berbisnis nasional menyampaikan kesiapannya untuk melakukan ekspansi bisnis, sekaligus menghadapi persaingan pasar tingkat nasional.
Baca Juga: OJK Ungkap Tujuan Aturan Penyeragaman Nama Unitlink Sesuai Subdana di RPOJK PAYDI
Pendiri dan Direktur Utama Pusat Gadai Indonesia Andrew Susanto mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan perusahaan adalah memberikan taksiran pinjaman yang tinggi sesuai dengan harga pasar barang. Selain itu, Andrew bilang pihaknya juga akan menerapkan inovasi dalam jaminan barang gadai.
"Inovasinya adalah menerima jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan jaminan emas di semua outlet kami, dengan tenaga penaksir yang terlatih dan bersertifikat," ucapnya kepada Kontan, Jumat (11/9).
Tak cuma itu, Andrew menyampaikan Pusat Gadai Indonesia juga akan menangkap peluang di pasar dengan melakukan ekspansi cabang. Dia menyebut saat ini perusahaan sudah memiliki sekitar 1.000 cabang di Indonesia dan menargetkan menambah 1.000 cabang lagi pada 2027.
"Kami akan berekspansi membuka 1.000 outlet baru pada 2027," katanya.
Lebih lanjut, Andrew menyampaikan pangsa pasar gadai secara nasional masih sangat besar saat ini. Dia bilang menurut data artificial intelligence, Pusat Gadai Indonesia masih bisa membuka cabang sampai 9.800 di seluruh Indonesia.
Meski demikian, dia tak memungkiri adanya tantangannya untuk merealisasikan hal tersebut. Andrew bilang tantangannya adalah menambah ribuan sumber daya manusia andal dalam waktu singkat, serta menyortir dan melatih sumber daya manusia yang memerlukan waktu tidak singkat.
Mengenai kinerja, Andrew menyebut jumlah penyaluran pembiayaan perusahaan berdasarkan data terakhir naik dobel digit. Sayangnya tak disebutkan nilai yang dibukukan perusahaan.
Terkait kinerja industri, OJK mencatat, penyaluran pembiayaan perusahaan pergadaian mencapai Rp 160,78 triliun per Juli 2026, atau tumbuh sebesar 50,73% Year on Year (YoY).
Mengenai kinerja per Juli 2026, pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai sebesar Rp 136,39 triliun. Nilainya mencakup 84,83% dari total pembiayaan yang disalurkan industri pergadaian.
Baca Juga: Transaksi Digital BNI Capai Rp 6.997 Triliun pada Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News