Elephants

Pusaka Jateng hasilkan 537 gagasan rujukan APBD 2027

September 11, 2026

Pusaka Jateng hasilkan 537 gagasan rujukan APBD 2027

Sabtu, 12 September 2026 01:18 WIB

Image Print

Semarang (ANTARA) - Ajang Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) 2026 menghasilkan 537 gagasan yang berpeluang menjadi rujukan Pemerintah Provinsi Jateng dalam merumuskan kebijakan pembangunan lewat APBD 2027.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Jumat, mengatakan, berbagai gagasan tersebut dapat memperkaya referensi Pemprov Jateng dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait pengembangan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Ekonomi Puncak Pusaka Jateng 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Jateng.

Pusaka Jateng tahun ini mengangkat tema "Transformasi Pariwisata Jawa Tengah sebagai Sumber Pertumbuhan Baru yang Inklusif dan Berkelanjutan".

Tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan Jateng pada 2027 yang akan mendorong pariwisata berkelanjutan dan ramah muslim, sekaligus pengembangan ekonomi syariah.

Menurut dia, gagasan dari Pusaka Jateng perlu dilihat sebagai sumber masukan untuk membuat kebijakan lebih tepat sasaran, salah satunya dalam mengukur dampak pariwisata yang tidak cukup hanya dilihat dari jumlah wisatawan.

Ia menilai wisatawan yang datang kembali ke Jateng merupakan salah satu indikator penting, sebab kunjungan berulang menunjukkan adanya ketertarikan dan pengalaman positif.

Dampak ekonomi dari kunjungan tersebut juga diharapkan tidak berhenti di destinasi wisata, namun Pemprov Jateng ingin pergerakan wisatawan ikut menghidupkan UMKM dan potensi ekonomi di desa-desa.

"Sesungguhnya wisata ini hanya pemantik. Yang paling utama adalah mereka akan membelanjakan, beli oleh-olehnya di UMKM yang ada di desa-desa," katanya.

Selain destinasi alam dan wahana, Pemprov Jateng juga akan memperluas daya tarik wisata dengan menawarkan potensi wisata industri untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang investasi.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jateng Mohamad Noor Nugroho mengatakan Pusaka Jateng merupakan forum yang diselenggarakan untuk memformulasikan rekomendasi kebijakan kepada Pemprov Jateng, sejalan dengan fungsi BI sebagai advisor bagi pemerintah.

Pusaka Jateng 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kelima, yang rangkaian kegiatannya diawali dengan call for paper yang menghasilkan lebih dari 537 abstrak.

Selanjutnya, karya-karya tersebut diseleksi menjadi 100 paper dan 30 paper untuk tahap penjurian hingga terpilih enam pemenang.

"Mudah-mudahan paper-paper ini bisa dimanfaatkan untuk kita semua, baik Pemprov maupun stakeholder lainnya untuk mengambil kebijakan yang terkait dengan perekonomian dan khususnya pariwisata," katanya.

Dalam ajang tersebut terpilih juara pertama Bayu Dwi Kurniawan, Yohanes Eki, dan Dede Yoga melalui paper "Transformasi Industri Menuju Ekonomi Sirkular: Identifikasi Sumber Pertumbuhan Baru untuk Mendorong Produktivitas Hijau di Pantura Jawa Tengah".

Juara kedua diraih Regina Arva Salsabila, Daffa Rahmad Nabil, dan Sandira Ulima Yassar melalui paper "Jelajah LEREP: Evaluasi Ex-Ante Kebijakan Integrasi Lima Atraksi Desa Wisata Lerep Berbasis Jejak Digital, Deep Learning, dan Agent-Based Modeling".

Sementara juara ketiga diraih Manuel Exaudi Hutajulu, Firda Putri Kurniasari, dan Patricia Eunike Vanuela Simarmata melalui paper "Mampukah Pariwisata Mendorong Sektor Riil dan Pendapatan Fiskal Daerah? Analisis Heterogenitas Dampak Pengembangan Desa Wisata di Jawa Tengah".

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.