Elephants

Pulau Wisata di Yunani Kebakaran Hebat, 10 Desa Langsung Dievakuasi

July 30, 2026

Paros -

Kobaran api yang tak kunjung padam membuat sekitar 10 desa di Pulau Poros, Yunani harus dievakuasi. Pulau Poros ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di negara tersebut.

Kebakaran bermula pada Selasa siang di kawasan Kampi, dekat lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Paros. Api awalnya membakar tumpukan sampah dan semak belukar, lalu dengan cepat menjalar ke sejumlah titik di bagian selatan dan tenggara pulau.

Hingga kini belum ada informasi pasti mengenai jumlah warga maupun wisatawan yang terdampak. Namun, pemerintah setempat telah menerbitkan empat peringatan darurat dan meminta masyarakat segera menjauh dari area berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip The Independent, Kamis (30/7/2026) Dinas Pemadam Kebakaran Paros mengerahkan 66 petugas serta empat tim komando hutan dari Unit Operasi Khusus Kehutanan untuk memadamkan api. Upaya tersebut masih terus dilakukan di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Wakil Juru Bicara Dinas Pemadam Kebakaran Yunani, Giannis Artopios, mengatakan angin kencang berkekuatan 6 hingga 7 skala Beaufort menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Tiupan angin membuat bara api mudah berpindah dan memunculkan titik-titik kebakaran baru.

"Kondisi angin membuat api terus menyebar dan membentuk front kebakaran baru," kata Artopios.

Kemudian, Wali Kota Paros, Konstantinos Bizas, juga mengingatkan bahwa kecepatan angin diperkirakan masih akan meningkat. Kondisi itu dikhawatirkan semakin memperbesar risiko meluasnya kebakaran.

Meski Yunani belum mengalami kebakaran sebesar yang terjadi di Prancis dan Spanyol, pemerintah setempat meminta masyarakat tetap waspada. Di Prancis, luas lahan yang terbakar sudah melampaui rekor sebelumnya hingga sekitar 40%.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut musim kebakaran tahun ini sebagai bencana terburuk yang dihadapi negaranya sejak Perang Dunia II. Adapun di Spanyol, kebakaran di wilayah Castellon telah menghanguskan lebih dari 10 ribu hektare lahan, sementara sedikitnya enam wilayah ditetapkan dalam status siaga oranye.

Para ahli menilai perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang memperparah kebakaran hutan di Eropa. Laporan Badan Lingkungan Hidup Eropa (EEA) pada Juni lalu menyebutkan, tanpa langkah serius untuk menekan perubahan iklim, negara-negara di Eropa akan semakin sering menghadapi cuaca ekstrem dan bencana yang lebih besar.

(upd/wsw)