Elephants

PTDI Mau Pindahkan Bengkel Pesawat ke Bandara Kertajati

July 16, 2026

Liputan6.com, Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan memindahkan lini perawatan pesawat terbang hingga lokasi pengetesan dari kawasan Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati, Majalengka. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi industri kedirgantaraan Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan hal tersebut merupakan langkah strategis di industri kedirgantaraan nasional. Kemudian turut juga meningkatkan pemanfaatan Bandara Internasional Jawa Barat tersebut.

"Intinya adalah kalau kita bisa merelokasi tentunya bertahap dimulai dari fasilitas MRO, Maintenance Repair Overhaul (MRO), sekali lagi ini bisa kita targetkan untuk dalam negeri maupun luar negeri," ujar AHY di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, ditulis Kamis (16/7/2026).

MRO atau pusat perawatan pesawat itu dinilai memiliki prospek yang cukup baik kedepannya. AHY sendiri melihat urgensi pemindahan dari Bandung ke BIJB Kertajati, Majalengka, salah satunya imbas padatnya di pusat Bandung tersebut.

"Kita tahu Bandung juga semakin padat, penduduknya semakin banyak, kepentingan tata ruang juga terus berkompetisi satu sama lain sehingga diperlukan areal pengembangan yang lebih luas dan Kertajati merupakan salah satu yang ideal," ujarnya.

Di samping itu, pengembangan industri dirgantara di Bandara Kertajati berpeluang memberikan dampak positif ke ekonomi di kawasan rebana meliputi Cirebon, Subang, hingga Majalengka. 

"Jika ditarik sesuai dengan konektivitas wilayah yang tadi saya jelaskan dalam paparan ke arah barat itu bisa langsung terhubung ke Jakarta, kemudian kawasan industri di Bekasi, Kerawang dan Purwakarta," urainya.

"Kemudian ada pelabuhan Patimban, kemudian ke arah timur itu menuju Cirebon. Kemudian hingga masuk ke wilayah Jawa Tengah sampai dengan Semarang, sedangkan ke bagian selatan," sambung AHY.

Informasi, langkah awal rencana kepindahan fasilitas perawatan atau bengkel pesawat ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PTDI dan BIJB Kertajati.