terobosan ini merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam memadukan keahlian teknologi manufaktur dengan kebutuhan pangan daerah
Bandung (ANTARA) - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perusahaan "offtaker" dan Paguyuban Pasundan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan mekanisasi komoditas sorgum di Jawa Barat seluas 50 hektare di lahan percontohan.
Dalam skema kerja sama ini, Pemprov Jabar bertindak menyediakan lahan pertanian, sementara PTDI mengambil peran penuh dalam merancang, memproduksi dan mengaplikasikan alat mekanisasi guna mengolah produk derivatif sorgum.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan di sela puncak HUT Ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu, menegaskan bahwa terobosan ini merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam memadukan keahlian teknologi manufaktur dengan kebutuhan pangan daerah.
"Insya Allah, hari ini kita tanda tangani MoU antara Pemda Jabar, offtaker PT Santana Manggala Karya, PTDI dan dinaungi oleh Paguyuban Pasundan. Kita menandatangani nota kesepakatan bersama," kata Gita.
Baca juga: PTDI optimistis isi pasar kelas pesawat 19 penumpang di usia 50 tahun
Baca juga: PT BIBU teken kontrak pembelian tiga N219 Amfibi dari PTDI
Gita menjelaskan keterlibatan PTDI pada komoditas sorgum bukan sekadar aksi sosial seremonial, melainkan bagian dari misi strategis perusahaan dalam mentransfer teknologi industri presisi guna memodernisasi peralatan derivatif pertanian di Jawa Barat.
"PTDI tugasnya adalah melakukan mekanisasi. Jadi kami menghasilkan berbagai macam mesin untuk derivatif program sorgum," ujar Gita.
Selain sektor pangan, PTDI memperkuat jaringan edukasi dengan merancang program Goes to School dan kolaborasi perguruan tinggi bersama Paguyuban Pasundan guna membumikan industri kedirgantaraan sejak dini kepada generasi muda.
Langkah ini berjalan selaras dengan penguatan ekosistem industri penerbangan secara utuh. Pada kesempatan yang sama, PTDI menyiapkan training center yang mengantongi kerja sama Approved Maintenance Training Organization (AMTO) di Bali Utara guna melahirkan lulusan bersertifikasi ahli pemeliharaan pesawat.
Penguatan kapasitas industri tersebut turut disokong oleh arahan Danantara Development untuk mengonsolidasi diaspora pakar aviasi Indonesia di luar negeri, sekaligus menegaskan bahwa PTDI kini tidak hanya fokus pada produksi pesawat, melainkan siap membangun siklus industri dan teknologi nasional secara menyeluruh.
Baca juga: Kemenhub mendukung pesawat N219 untuk penerbangan perintis
Baca juga: Menko IPK: Penetrasi pasar dirgantara lebih luas dapat perkuat PTDI
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.