Dampak Karhutla ini tidak mungkin ditangani pemerintah saja, tetapi membutuhkan lintas sektor,
Kandangan (ANTARA) - PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan PT Dwima Intiga, menggelar aksi peduli berbagi ribuan masker untuk membantu masyarakat, dalam upaya bersama dalam mengantisipasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Aksi ini menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hulu Sungai Selatan(HSS), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kerukunan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), dan kepolisian, di Kawasan Bundaran Dodol Kandangan, Sabtu.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT AGM, dengan total 15 ribu lembar masker yang dibagikan.
PT AGM juga menyediakan masker respirator double filter, untuk petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan Karhutla.
Tak hanya membagikan masker, kegiatan tersebut juga diisi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, mengenai bahaya Karhutla serta dampak paparan asap terhadap kesehatan.
CSR Section Head PT AGM, Widharto Ali, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program perusahaan dalam membantu pemerintah menghadapi dampak musim kemarau ekstrem, terutama Karhutla dan kabut asap.
Widharto Ali mengatakan, PT AGM bersama PT Dwima Intiga, yang merupakan bagian dari Baramulti Group, berupaya mengambil bagian dalam penanganan dampak Karhutla.
Ia menambahkan, bantuan masker tersebut bukan satu-satunya program pihaknya terkait Karhutla ini.
"Sebelumnya, PT AGM bersama PT Dwima Intiga, melakukan pembinaan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai," sebutnya.
Kemudian, bantuan sarana dan prasarana pemadaman Karhutla untuk kelompok masyarakat, maupun Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).
Bahkan, PT AGM dan Dwima Intiga juga ada tim reaksi cepat, yang aktif membantu pemadaman Karhutla di wilayah-wilayah konsesi.
"Kami harapkan kerja sama ini semakin erat. Dampak Karhutla ini tidak mungkin ditangani pemerintah saja, tetapi membutuhkan lintas sektor. Kami sebagai salah satu perusahaan yang ada di HSS mencoba mendukung pemerintah untuk mengatasi persoalan ini," ucap Ali.
Ia berharap, berbagai dukungan yang diberikan pihaknya dapat membantu masyarakat meminimalkan dampak Karhutla.
Sementara Ketua PMI Kabupaten HSS, Salahuddin mengucapkan apresiasi atas kepedulian PT AGM yang turut membantu pengadaan masker tersebut.
"Tentu ini sangat berguna sekali, di mana dampak asap sekarang kepekatan udara yang tidak sehat," kata Salahuddin.
Salahuddin menuturkan, masyarakat tetap harus beraktivitas meski kondisi udara kurang sehat, dan solusi untuk itu mereka diimbau menggunakan masker supaya lebih sehat.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama PT AGM, yang selama ini terus mendukung kegiatan sosial di Kabupaten HSS.
Pewarta: Fathurrahman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.