Bagikan:
JAKARTA - Program gaya hidup terstruktur secara signifikan menurunkan risiko munculnya beberapa penyakit kronis pada orang dewasa dengan prediabetes dibandingkan plasebo. Sementara itu, kelompok metformin tidak menunjukkan penurunan risiko multimorbiditas yang signifikan secara statistik.
National Institutes of Health atau NIH, melalui laman resminya, dikutip Kamis, 16 Juli, menyebut temuan tersebut berasal dari uji klinis yang mengikuti peserta selama lebih dari dua dekade. Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal JAMA.
Multimorbiditas adalah kondisi ketika seseorang mengalami dua atau lebih penyakit kronis.
Penelitian melibatkan 1.173 orang yang berisiko tinggi terkena diabetes. Uji klinis dilakukan di 27 lokasi di Amerika Serikat.
Para peserta terdaftar dalam Medicare dan menyetujui penggunaan data klaim layanan kesehatan mereka untuk penelitian.
Pada tahap awal Diabetes Prevention Program atau DPP yang berlangsung pada 1996 hingga 1999, peserta dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok. Mereka mengikuti program gaya hidup intensif, menerima metformin, atau mendapat plasebo.
BACA JUGA:
Metformin merupakan obat yang umum digunakan untuk menangani diabetes tipe 2. Plasebo adalah perlakuan tanpa obat aktif yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian.
Peserta kemudian mengikuti DPP Outcomes Study dan dipantau hingga 2021.
Kelompok gaya hidup mendapat 16 sesi perorangan, lalu sesi bulanan selama sekitar dua tahun. Program itu menargetkan pengurangan asupan kalori dan lemak, aktivitas fisik sedikitnya 150 menit per minggu, serta penurunan berat badan setidaknya 7 persen dari kondisi awal.
Setelah uji awal selesai, seluruh peserta dari ketiga kelompok ditawari program gaya hidup intensif dalam kelompok selama enam bulan. Pada tahap pemantauan berikutnya, seluruh peserta ditawari sesi gaya hidup kelompok setiap tiga bulan. Peserta dari kelompok gaya hidup awal menerima sesi tambahan dua kali setahun.
Penelitian sebelumnya menunjukkan metformin dan program gaya hidup sama-sama dapat mencegah atau menunda diabetes serta sindrom metabolik. Studi terbaru ini secara khusus menguji apakah keduanya juga dapat mencegah atau menunda munculnya beberapa penyakit kronis sekaligus.
Pada akhir masa pemantauan, sebanyak 85 persen peserta mengalami dua atau lebih penyakit kronis.
Angkanya mencapai 82 persen pada kelompok gaya hidup, 85 persen pada kelompok metformin, dan 87 persen pada kelompok plasebo.
Dibandingkan kelompok plasebo, peserta program gaya hidup memiliki risiko 21 persen lebih rendah mengalami dua penyakit kronis dan 25 persen lebih rendah mengalami tiga penyakit kronis.
Kelompok metformin tidak mengalami penurunan risiko multimorbiditas yang signifikan secara statistik.
Penelitian mengamati 15 penyakit kronis yang umum tercatat dalam data Medicare. Di antaranya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, radang sendi, penyakit ginjal kronis, penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK, kanker, depresi, demensia, osteoporosis, dan diabetes.
“Multimorbiditas merupakan masalah yang umum, sementara baru sedikit intervensi yang terbukti dapat mencegah atau menunda munculnya berbagai penyakit kronis,” kata penulis utama penelitian dari National Institute on Aging, Marcel Salive.
Menurut Salive, hasil penelitian menunjukkan program gaya hidup sehat dapat menurunkan beban multimorbiditas secara signifikan.
Direktur National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, Griffin P. Rodgers, mengatakan manfaat pola makan dan olahraga tidak hanya terbatas pada pencegahan diabetes.
“Program gaya hidup yang berfokus pada pola makan serta olahraga dapat terus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, bukan hanya diabetes,” kata Rodgers.
Menurut Rodgers, mempertahankan kebiasaan sehat pada orang yang berisiko terkena diabetes dapat membantu mengurangi beban kesehatan individu dan pengeluaran layanan kesehatan.
Hasil penelitian tetap terlihat meski diabetes tidak dimasukkan dalam definisi multimorbiditas.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+