Elephants

Produksi Gas JTB konsisten lampaui target, topang kesetahanan energi nasional - ANTARA News Jawa Timur

August 17, 2026
Pemanfaatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemanfaatan gas, khususnya ke wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa transmisi gas.

Bojonegoro (ANTARA) - Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di wilayah Bojonegoro Jawa Tikus terus menunjukkan kinerja positif dengan realisasi produksi gas yang konsisten melampaui target.

Saat ini, produksi raw gas JTB mencapai 298,24 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau sekitar 4% di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan sekitar 9% di atas target Work Program & Budget (WP&B) 2026 yang disepakati bersama pemerintah melalui SKK Migas.

Kinerja positif tersebut juga tercermin pada realisasi produksi secara Month-to-Date (MTD) maupun Year-to-Date (YTD) yang tetap berada di atas target RKAP dan WP&B. Capaian ini menunjukkan keandalan operasi JTB sekaligus memperkuat peran lapangan tersebut dalam menjaga keberlanjutan pasokan gas untuk kebutuhan energi nasional.

Kontribusi JTB semakin strategis karena gas yang diproduksi saat ini mampu memasok hingga 65% kebutuhan gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di wilayah Sales Operation Region (SOR) III. Pasokan tersebut mendukung kebutuhan energi di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah serta wilayah lainnya yang menjadi cakupan pelayanan SOR III.

Dari sisi penyaluran, kinerja Gas Sales Metering juga menunjukkan capaian positif. Realisasi Gas Sales saat ini mencapai 176,95 MMSCFD, atau sekitar 5% di atas target RKAP dan 9% di atas target WP&B 2026.

Sementara itu, realisasi penyaluran secara MTD mencapai 176,92 MMSCFD dan secara YTD sebesar 151,55 MMSCFD, yang juga tercatat berada di atas target yang telah ditetapkan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa keandalan JTB tidak hanya tercermin dari kemampuan menjaga tingkat produksi, tetapi juga dari kemampuan menyalurkan gas secara optimal dan berkesinambungan kepada para offtaker atau pembeli gas.

General Manager Zona 12 PEPC JTB, Afwan Daroni, mengatakan keandalan fasilitas produksi menjadi salah satu kunci dalam menjaga kesinambungan pasokan gas JTB.

“Kami berkomitmen menjaga keandalan plant agar dapat terus memenuhi kebutuhan energi, khususnya bagi masyarakat dan industri di wilayah Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Namun demikian, aspek HSSE tetap menjadi prioritas utama kami dalam setiap tahapan operasi,” ujar Afwan di Jakarta, Senin.

Menurut Afwan, tingginya tuntutan produksi harus berjalan seiring dengan penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat. Bagi PEPC JTB, operasi yang andal bukan hanya ditentukan oleh pencapaian produksi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keselamatan pekerja, keamanan operasi, serta kelestarian lingkungan.

Selain memenuhi kebutuhan gas untuk sektor industri, pemanfaatan gas JTB terus diperluas ke berbagai sektor strategis. Dalam waktu dekat, JTB dipersiapkan untuk menyuplai sekitar 3,5 MMSCFD gas sebagai bahan baku gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).

Pemanfaatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemanfaatan gas, khususnya ke wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa transmisi gas.

Kontribusi JTB terhadap ketahanan pangan juga telah diwujudkan melalui pasokan gas kepada PT Petrokimia Gresik (PKG). Sekitar 15 MMSCFD gas JTB dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk, yang secara tidak langsung mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, sekitar 0,15 MMSCFD gas JTB dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jaringan gas rumah tangga bagi ribuan pelanggan di Lamongan, Jawa Timur. Sementara itu, sekitar 1,3 MMSCFD gas JTB turut dimanfaatkan untuk mendukung sektor transportasi melalui penyediaan Bahan Bakar Gas (BBG) di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Keberadaan lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di wilayah Bojonegoro Jawa Timur. (ANTARA /HO.Doc Pribadi)

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan mengatakan capaian produksi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang mampu melampaui target merupakan bukti bahwa optimalisasi produksi dan keandalan operasi terus dijaga. SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan terus memastikan setiap potensi produksi dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan fasilitas, dan efisiensi operasi.

“SKK Migas akan terus mendorong peningkatan kinerja produksi melalui sinergi dengan PEPC dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga kontribusi JTB terhadap pemenuhan kebutuhan gas bumi nasional dapat semakin optimal dan berkelanjutan, “ kata Anggono

Dengan kinerja produksi yang konsisten melampaui target, keandalan fasilitas, serta semakin luasnya pemanfaatan gas untuk berbagai sektor strategis, Lapangan JTB terus memperkuat perannya sebagai salah satu penopang pasokan energi nasional dan mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi Indonesia.(*)

Pewarta: M Yazid
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.