Prajurit Yonif 810/BEM tingkatkan patroli keamanan malam di Doyo Baru
Senin, 19 Oktober 2026 04:45 WIB
Prajurit Batalyon TP 810/BEM berkomunikasi dengan beberapa pemuda saat melakukan patroli malam di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.ANTARA/HO-Dok Satgas Yonif TP 810/BEM.
Wamena (ANTARA) - Prajurit Batalion Yonif (Batalyon) TP 810/BEM meningkatkan patroli keamanan malam hari di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua guna membantu aparat kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.
Danyonif TP 810/BEM Letkol Inf Iskandar dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu mengatakan untuk menjaga stabilitas kamtibmas memberikan rasa aman kepada masyarakat, pihaknya melaksanakan kegiatan patroli malam di wilayah Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.
“Kegiatan patroli malam ini kami sengaja melaksanakan untuk membantu teman-teman kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah binaan,” katanya.
Menurut dia, patroli malam dilaksanakan secara humanis dan dialogis ini menyasar beberapa titik rawan dan pemukiman masyarakat.
“Prajurit Yonif TP 810/BEM tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat yang masih beraktivitas di malam hari serta mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya.
Dia menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, seperti pencurian, perkelahian antar warga maupun aksi-aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Kehadiran prajurit di malam hari disambut positif oleh masyarakat Doyo Baru yang merasa lebih aman dan terlindungi,” katanya.
Dia menambahkan patroli malam merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat Jayapura khususnya wilayah binaan Distrik Waibu.
"Kami ingin memastikan masyarakat Doyo Baru dapat beristirahat dengan tenang. Patroli ini bukan untuk menakuti, tapi untuk melindungi karena TNI akan selalu ada untuk rakyat, siang maupun malam," ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026