Elephants

Prabowo Ungkap Ekonomi RI Tetap Kokoh, Dunia Makin Percaya di Tengah Tekanan Global

August 14, 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kepercayaan dunia terhadap perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global yang masih tinggi.

Baca Juga

Menurut Prabowo, ketahanan ekonomi nasional tercermin dari kondisi fundamental Indonesia yang tetap solid serta penilaian positif sejumlah lembaga pemeringkat internasional. Hal tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prabowo menyampaikan hal itu dalam Pidato Kenegaraan pada Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga

Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global

Prabowo mengatakan Indonesia memasuki 2026 dengan menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Kenaikan harga energi, tingginya suku bunga global, tekanan nilai tukar, hingga ketegangan geopolitik turut memberikan tekanan terhadap perdagangan dunia.

Baca Juga

Namun, kondisi tersebut dinilai belum menggoyahkan perekonomian Indonesia. Menurut Prabowo, ekonomi nasional justru tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global.

“Namun, di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia tetap berdiri tegak. Ekonomi kita pada semester pertama tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat,” kata Prabowo.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki daya tahan ketika berbagai negara menghadapi tekanan eksternal.

S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB

Kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia juga tercermin dari penilaian lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P).

Prabowo menyebut S&P pada 13 Juli 2026 mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Posisi tersebut membuat Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade.

Menurut Prabowo, S&P menilai Indonesia memiliki sejumlah fondasi ekonomi yang cukup kuat. Penilaian tersebut mencakup prospek pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kebijakan makroekonomi yang secara umum berhati-hati, serta beban utang yang dinilai relatif prudent dan berkelanjutan dibandingkan negara-negara dengan karakteristik serupa.

Selain itu, S&P turut menyoroti langkah pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengelolaan SDA Dinilai Bisa Tambah Penerimaan Negara

Prabowo mengatakan S&P melihat upaya pemerintah memusatkan pengelolaan sumber daya alam sekaligus menutup kebocoran di sektor sumber daya dan mineral berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian.

Halaman Selanjutnya

Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat devisa dari kegiatan ekspor.